Tradisi Tempo Dulu Isi Festival Budaya Loloan

picsart 22 07 31 17 13 22 213
BUDAYA LOLOAN - Festival Budaya Loloan kembali digelar.

Negara, DENPOST.id

Festival Budaya Loloan sempat ditiadakan selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.
Namun, kini festival budaya Loloan (FBL) kembali digelar, dengan menampilkan tradisi tempo dulu.

Berbagai kekayaan dan keunikan budaya Loloan, serta kuliner digelar serangkaian tahun baru Islam 1444 Hijriah. Tema yang diangkat kali ini, yakni “Melintasi Lorong Boedaja Kampoeng Loloan” mengajak masyarakat yang hadir bernostalgia akan tradisi khas masyarakat Loloan tempo dulu.

Baca juga :  Lagi, 2 Kasus Positif Covid-19 di Jembrana

Festival dibuka Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, Sabtu (30/7/2022) malam, dengan menyuguhkan atraksi budaya, mulai dari tarian, musik, pencak silat, makanan hingga prosesi pernikahan “Loloan Djaman Lame”.

Bupati Tamba sangat mengapresiasi berbagai atraksi festival, serta berkesampatan mengunjungi setiap stand pameran yang ditampilkan.
Festival ini, kata Tamba untuk memperkenalkan tradisi tempo dulu kepada generasi muda dan masyarakat sekaligus sebagai pelestarian budaya loloan beserta sejarah panjangnya.

Baca juga :  Tandingi PDIP, KMJ Sepakat Ajukan Ini

“Saya sangat ingin acara ini dilakukan dan malam ini sungguh luar biasa. Apa yang sudah dilakukan dan dirancang oleh panitia bersama pak kaling, ini saya acungi jempol,” ujar Bupati Tamba, dalam sambutannya.

Sementara Ketua Panitia Festival Budaya Loloan, Ainur Rofiqi mengatakan penyelenggaraan Festival Budaya Loloan yang mengusung konsep Loloan Djaman Lame ini adalah kali keempat. “Sebelumnya mulai tahun 2017-2018, kami laksanakan dengan swadaya. Lalu ditahun 2019, didukung oleh Pemkab Jembrana. Setelah pandemi Covid-19 melanda, dua tahun tidak pernah dilaksanakan. Dan alhamdulillah, tahun ini dengan penuh kebahagiaan kami dapat melaksanakannya dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Jembrana,” jelas Ainur.

Baca juga :  Pohon Tumbang Timpa Palinggih

Festival Budaya Loloan Djaman Lame ini dimulai pada, 29 Juli 2022, yang ditandai dengan pawai obor, parade sepeda onthel dan lain-lain. Kemudian dilanjutkan Sabtu malam, yakni Loloan Djaman Lame. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini