Edarkan Hampir 1 Kg Kokain, Tiga Warga Brazil Ditangkap

golos
BERI PENJELASAN - Kepala BNN RI Komjen Pol.Petrus Reinhard Golose memberi penjelasan seusai penutupan BICF di Hotel Discovery, Kuta, Badung, Kamis (28/7/2022) malam. (DenPost.id/ist)

 Kuta, DenPost

Jaringan bandar kokain lintas negara diyakini telah merambah Bali. Sebagai tujuan wisata, para bandar narkoba internasional menjadikan Pulau Dewata sebagai salah satu pasar peredaran narkoba. Buktinya, aparat BNNP Bali menangkap tiga warga negara asing yang diduga mengedarkan narkoba dengan jumlah barang bukti lebih dari 900 gram kokain.

Kepala BNN RI Komjen Petrus Reinhard Golose mengapresiasi pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis kokain jaringan internasional ini. Tiga WNA yang identitasnya dirahasiakan itu ditangkap di wilayah Badung dan Denpasar, pada 21 Juli 2022. Ketiga WNA itu masuk Bali menggunakan visa wisata dan hendak mengedarkan hampir 1 kilogram kokain.

Jenderal Golose menegaskan masuknya jaringan narkoba jenis kokain ke Bali ini menjadi perhatian serius BNN. Tak hanya ditemukan di Bali, baru-baru ini BNN juga menyita 43 kg kokain di Kepulauan Riau. Bahkan, mantan Kapolda Bali ini mengaku ngeri melihat masifnya peredaran kokain di dunia saat ini. “Saya baru pulang dari Amerika Selatan. Di Panama, aparat menyita 134 ton kokain. Di Kolombia 1.200 ton kokain. Di Ekuador aparat menyita 120 ton kokain. Di Argentina aparat menyita 70 ton kokain. Ada juga warga Indonesia ditangkap di Amerika Selatan karena kepemilikan 10 kg kokain, tetapi dia hanya dideportasi, karena saking banyaknya kokain di sana,” beber Golose, saat menutup Bali International Choir Festival (BICF) yang merupakan bagian dari kampanye antinarkotika oleh BNN di Hotel Discovery, Kuta, Badung, Kamis (28/7/2022) malam.

Melihat situasi saat ini, BNN RI menjalin kerja sama dengan negara-negara ‘’The Golden Peacock’’ yang berasal dari Amerika Latin. Golose mengaku sudah berkunjung ke negara-negara tersebut untuk meneken nota kesepahaman (MoU). “Hub dari barang haram ini berasal dari Panama dan Argentina. Penyebarannya ada yang lewat Eropa, dan dari Amerika Selatan (Panama dan Ekuador) ke seluruh dunia,” bebernya.

Baca juga :  Diduga Dipicu Masalah Warisan, Nyawa Melayang

Jenderal lulusan Akpol 1988 ini membeberkan bahwa jalur peredaran kokain awalnya dari Kolombia menuju Ekuador ke Paraguay dan Uruguay, lalu ke Argentina. Dari Argentina menuju ke Panama. Setelah sampai di Panama, barang haram itu lalu tersebar ke seluruh dunia. “Saya berterimakasih kepada BNNP Bali. Luar biasa mereka kerja untuk menyelamatkan masyarkat Bali,” tuturnya.

Golose menduga tiga pria asing yang ditangkap BNNP Bali merupakan jaringan dari Eropa. Sedangkan sasaran peredaran kokain adalah kalangan berduit karena harganya sangat mahal. Di Argentina saja harganya 7.000 dolar AS/kilogram, di Ekuador sekitar 1.000 dolar AS/kilogram, sedangkan di Indonesia sekitar Rp 250 juta dolar AS/kilogram.

Baca juga :  Penerbangan Menurun, Bandara Ngurah Rai Optimalkan Ini

“Betapa menggiurkan berbisnis kokain ini, sehingga kita harus bekerja serius. Saya sudah instruksikan ke seluruh jajaran untuk memperhatikan peredaran kokain. Mari kita bersama-sama menjaga Pulau Bali yang kita cintai ini dari peredaran gelap narkoba. Kita harus mampu mencegah. Bagaimana kita bisa meminimalisir peredaran gelap narkotika,” ajak Jenderal Golose yang pernah menutup tempat hiburan malam terbesar di Denpasar akibat narkoba ini saat dia menjabat Kapolda Bali.

Selain melakukan pencegahan lewat kerja sama dengan negara-negara di Amerika Selatan, di dalam negeri BNN melakukan war on drugs (perang terhadap narkotika), baik melalui strategi soft, hard, maupun smart power approach. Salah satunya menyelenggarakan BICF. Kegiatan tersebut diikuti oleh 3.000 peserta dari 28 negara.

“Dalam waktu dekat, yakni 9 Agustus nanti saya melakukan operasi interdiksi terpadu untuk melakukan pencegahan. Hal itu di mulai di Bitung, Sulawesi Utara, dan berakhir di Dumai, Riau. Saya senang keputusan MA tidak melegalkan ganja. Saya lebih memilih menyelamatkan generasi muda dan generasi yang akan datang dari pengaruh narkoba. Masih ada zat-zat yang lain untuk menolong orang sakit,” tegasnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Instruksikan Penggunaan PLTS Atap

Mengenai pengungkapan 900 gram kokain ini, Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan sedang melakukan pengembangan. Tujuannya mengetahui jaringan ketiga tersangka. Dalam hal ini BNNP Bali bekerja sama dengan Bea-Cukai dan Imigrasi. “Masih dalam proses. Ketiga tersangka ditangkap di tiga TKP yakni di Denpasar dan Badung. Barang bukti 900 gram kokain itu adalah barang sisa. Perkembangannya nanti kami sampaikan nanti,” ungkapnya kepada wartawan.

Informasi dari sumber di lapangan, ketiga pria bule yang ditangkap aparat BNNP Bali itu masing-masing berinisial Ped, Kri, dan Jho. Ketiganya merupakan warga negara Brazil. Saat ini ketiga tersangka bersama barang bukti ditahan di Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja Nomor 8, Kereneng, Denpasar Utara. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini