BNN Sebut Ada Lab Rahasia Milik Kartel Narkoba Internasional di Indonesia

picsart 22 08 02 16 38 06 143
PERTEMUAN - Kepala BNN RI, Komjen Petrus Reinhard Golose, usai menghadiri International Drug Enforcement Conference (IDEC)–Far East Working Group 2022, di The Merusaka Hotel Nusa Dua.

Mangupura, DENPOST.id

Kartel narkoba jaringan internasional tidak hanya mengendalikan dan menyelundupkan narkoba di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun mereka disinyalir langsung memproduksi narkoba di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNN RI, Komjen Petrus Reinhard Golose, usai menggelar International Drug Enforcement Conference (IDEC)–Far East Working Group 2022, di The Merusaka Hotel Nusa Dua, Selasa (2/8/2022) siang. “Beberapa waktu lalu saya kunjungan ke Batam. Di Kepulauan Riau sudah ada lab rahasia. Berarti ini sudah ada (industri), nanti narkoba yang dikirim tidak lagi lewat laut tapi langsung diproduksi di Indonesia. Dan ini sudah ada dan ada sebagian yang sudah dikirim ke Jawa Timur,” katanya.

Baca juga :  Bapenda Bidik Pajak Villa Disewakan Berkedok Rumah Tinggal

Lebih lanjut dikatakan Golose, mengantispasi dan memutus peredaran baru yang menyebar ke sejumlah negara termasuk Indonesia, BNN RI menjalin komunikasi dan kerjasama dengan sejumlah negara di dunia untuk memberantas modus baru peredaran narkotika. “Kami melihat modus operandi baru dan kini diperlukan kerjasama antarnegara-negara. Dalam conference juga akan dibahas kartel di Meksiko. Saya mengapresiasi penyelenggaraan IDEC, di mana mereka banyak memiliki atase (ahli diperbantukan pada kedutaan untuk mengurus atau mewakili suatu bidang) di seluruh dunia, maka itu betapa sangat pentingnya penanganan narkotika ini bersama negara-negara lainnya,” paparnya.

Golose mengungkapkan, selain membahas peredaran narkoba yang dikendalikan kartel narkoba internasional, konferensi yang digelar di Bali dengan menghadirkan 14 negara ini juga membahas tentang pencegahan dengan menerapkan soft power approach dan hard power approach yang pendekatannya menitikberatkan pada pemberantasan dalam hal ini pendekatan yang tegas dan terukur. Serta smart power approach dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi yang maksimal di era digital.

Baca juga :  Gempa Tektonik M=6,3, Masyarakat Diminta Tenang

“Selain itu, kami melakukan Grand Design Alternative Development (GDAD), kemudian kami lakukan rehabilitasi dan pascarehabilitasi. Kerjasama lainnya berkaitan dengan penegakan hukum dan Smart Power dengan memanfaatkan digitalisasi sesuai perintah Presiden RI. Hal penting lainnya adalah menjalin kerjasama bersama sejumlah negara di dunia,” tegas Golose.

Sementara Direktur Regional Timur Jauh DEA atau Far East DEA Regional Director, John P. Scott, mengatakan, masalah narkotika menjadi persoalan dan tantangan bersama di dunia, sehingga komitmen ini patut dibangun sebagai langkah nyata melawan narkotika dan perlu melibatkan kerjasama sejumlah negara. “Kami menjalin komitmen kerjasama dengan BNN RI, sehingga pencegahan narkotika dalam International Drug Enforcement Conference dapat ditanggulangi bersama-sama dan melawan narkotika melibatkan negara-negara di dunia,” ucapnya. (124)

Baca juga :  Perdana, Gubernur Koster Gagas Jana Kerti saat Tumpek Landep

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini