Rektor ISI Denpasar ‘’Kun’’ Adnyana: Kerja Keras Hasilkan Keunggulan dan Terbaik

kun
Prof.Dr. Wayan ‘’Kun’’ Adnyana

KERJA keras Prof.Dr Wayan ‘’Kun’’ Adnyana dan jajaran di ISI Denpasar selama ini akhirnya membuahkan hasil memuaskan. Capaian indikator kinerja utama ISI Denpasar unggul dalam dua kategori. Pertama: bidang kerjasama dengan mitra bereputasi di tingkat satker seluruh Indonesia. Kedua: indikator kerja utama semua bidang yang meraih nomor 1 di antara sembilan perguruan tinggi seni negeri di Indonesia.

Memasuki usia 19, tahun pihaknya melakukan berbagai inovasi di terutama pembelajaran dengan menerapkan kurikulum Belajar Kampus Merdeka sejak semester tahun 2021-2022. Menariknya, jika mahasiswa disiplin menuntut ilmu, maka semester tujuh mereka sudah lulus. Hal itu karena 60 SKS diperoleh dari mengikuti pembelajaran di luar institusi, baik dengan magang di perusahaan, di sanggar atau studi independen untuk membuat karya-karya monumental, termasuk kerja kemanusiaan atau KKN tematik membangun desa. Kedelapan program itu dipersiapkan, termasuk kurilukumnya dan gagasan untuk mengundang sebanyak-banyaknya kalangan profesional, maestro, dan seniman bereputasi, guna mengajar di ISI Denpasar sebagai dosen tamu sejak awal semester selama satu bulan atau satu setengah bulan. Dengan demikian para mahasiswa dapat aura, informasi segar maupun peluang-peluang jejaring untuk memulai perkuliahan, sehingga yakin fokus dan total mengikuti pembelajaran di ISI Denpasar.

Baca juga :  Kakak Beradik Terduga Corona Dipastikan Negatif

Pihaknya juga melaporkan pengembangan tiga prodi baru mulai semester 2022-2023 yakni Desain Produk, Animasi, dan Pendidikan Seni Program Magister. Juga ada penambahan kelas untuk prodi yang animonya sangat tinggi di masyarakat.

Mengenai prodi yang peminatnya banyak, Kun Adnyana menyebut Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), menyusul Desain Interior dan Desain Mode, Fotografi, Seni Lukis (murni). Ada juga Karawitan, dan Pendidikan Seni Pertunjukan. Sedangkan yang rada-rada lemah (kurang peminat) yakni Prodi Kriya dan Pedalangan. Walau demikian, pihaknya tetap mempertahankan kedua prodi itu sebagai kontribusi untuk mempertahankan dan menjaga seni budaya lokal Bali. ‘’Peminat Prodi Pedalangan belakangan ini meningkat. Kalau biasanya mendapat di bawah 10 mahasiswa, tapi sekarang bisa mencapai 15 mahasiswa,’’ tegasnya.

Mengenai penerimaan mahasiswa baru sejak tahun 2020 hingga 2022, menurut Kun, rata-rata meningkat 26%. Jika tahun 2020 meraih sebanyak 400-an mahasiswa, namun sekarang meningkat menjadi 700-an. Calon mahasiswa mesti diseleksi melalui program nasional lewat tiga jalur: SMPTN (prestasi sekolah), SBMPTN (diuji dengan perangkat komputer) dan jalur mandiri.

Baca juga :  Pengunjung Toko Jl. Gajah Mada Cueki Rambu Lalin

Kun menyebut tingginya minat generasi muda sekarang masuk DKV lantaran merupakan ilmu baru yang adaptif dengan pengembangan teknologi digital, animasi, dan berhubungan dengan perangkat cybermatic. ‘’Selain mengajari mahasiswa dengan hal-hal modern, kami juga memberi muatan lokal yang tetap besar. Untuk berkompetisi di tingkat global justru budaya lokal-lah yang jadi pertaruhan. Tradisi, adat istiadat, seni budaya dan kearifan lokal, menjadi inspirasi dan ilmu pengetahuan dalam karya-karya terkini,’’ tandasnya. (yad)

Baca juga :  Di Denpasar, Pendaftaran PPDB SD dan SMP Dimulai 20 Juni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini