Longsor, Tanah dan Bangunan Dapur Timpa Rumah Warga Medewi

picsart 22 08 03 16 29 19 975
LONGSOR - Korban tanah longsor di Desa Medewi dikunjungi Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Negara, DENPOST.id

Musibah tanah longsor menimpa I Made Widarsa (57) dan Made Ronde (56), Rabu (3/8/2022) pagi, di Banjar Dauh Pangkung Slepa, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan.
Widarsa mengungkapkan, longsor terjadi sekitar pukul 04.00.
Beberapa genteng rumahnya ada yang jatuh, sehingga membangunkan anaknya I Putu Agus Arianta.

Setelah terbangun dan keluar rumah, kemudian tanah dan bangunan dapur milik I Made Ronde yang ada dibelakang rumah Made Widarsa yang kebetulan posisinya lebih tinggi menimpa rumahnya dan satu buah sepeda motor yang terparkir di belakang rumah.

Baca juga :  Gugus Tugas Ingatkan Warga Waspadai Penipuan

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 30 juta. “Kami mohon selanjutnya dapat dibantu sampai renovasi rumah kami,” harapnya ketika dikunjungi Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).
Saat meninjau lokasi longsor, Ipat juga menyerahkan bantuan berupa sembako, makanan instan dan matras kepada kedua keluarga korban.

“Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga di sini, saya akan koordinasikan dengan instansi terkait, mungkin BPBD dan PMI terkait bantuan bencana ini, kami usahakan membantu merenovasi. Nanti bila bangunan diperbaiki agar membuat kontruksi yang baik, jangan hanya sekadar diperbaiki,” kata Ipat.

Baca juga :  Meresahkan, Calo Pengantar ke Klinik Rapid Test di Gilimanuk akan Ditertibkan

Pihaknya juga berpesan kepada perbekel dan warga sekitar untuk saling membantu bila ada warga yang tertimpa musibah.
“Saya titip kepada perbekel untuk mengecek kondisi bangunan yang tertimpa longsor, mudah-mudahan tidak mengganggu struktur bangunan supaya bisa menghemat biaya perbaikan bangunan. Kami dari pemerintah daerah berusaha untuk dapat membantu, nanti akan disalurkan melalui BPBD atau PMI untuk dapat merenovasi rumah korban,” katanya.

Baca juga :  Cegah Kemacetan Saat Arus Balik, Hanya KTP yang Diperiksa

Perbekel Medewi, I Nengah Wirama, mengatakan, tindakan awal yang telah dilakukan terkait dengan kejadian ini.
“Kami dari pihak desa sudah memberi bantuan berupa 15 potong pakaian dan uang tunai sebanyak Rp 200.000 kepada korban dan air mineral menggunakan dana spesial perbekel. Kami juga akan adakan gotong-royong dengan melibatkan Tagana dan masyarakat sekitar untuk perbaikan bangunan,” tandasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini