Pedagang Bendera Bermunculan, Omzet Menurun

picsart 22 08 03 16 42 20 124
BENDERA - Pedagang bendera mulai muncul di wilayah Klungkung, Rabu (3/8/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Memasuki bulan Agustus, para pedagang bendera merah putih mulai bermunculan di sejumlah wilayah Klungkung. Seperti yang terlihat pada Rabu (3/8/2022) di kawasan Jalan By-pass IB Mantra. Mereka tidak hanya menjual bendera berbagai ukuran, namun juga pernak-pernik HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, para pedagang mengaku omzet penjualan mereka menurun.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang, Vira Ramadani. Perempuan asal Kota Bandung tersebut mengaku sudah berjualan bendera sejak bulan Juli lalu. Sayangnya, hasil penjualan bendera masih rendah. Rata-rata dalam sehari dirinya hanya menjual lima buah bendera berukuran kecil saja.

Baca juga :  Antisipasi Lonjakan Covid-19, Klungkung Masih Siapkan Isolasi di Hotel

“Masih sepi pak. Kalau sebelum pandemi, sudah mulai ramai yang beli. Apalagi dekat-dekat 17 Agustus biasanya puncak ramainya,” kata Ramadani.

Menurut Ramadani, antusiasme masyarakat menyambut peringatan hari kemerdekaan RI belum terlihat. “Yang terjual baru bendera-bendera berukuran paling kecil yang dihargai Rp 10 ribu per buah. Sedangkan bendera-bendera ukuran besar yang seharga Rp 150 Ribu sampai Rp 250 ribuan belum satupun ada yang terjual,” ungkapnya.

Baca juga :  Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Mulai Maret Badung Lakukan Ini

Dikatakan Ramadani, bendera-bendera kecil biasanya dibelo para sopir truk. “Untungnya barang saya datangkan dari Bandung dan bisa dikembalikan kalau tidak laku,” ucapnya.

Hal senada dikatakan pedagang bendera di Jalan Rama, Dedi. Menurut pedagang bendera yang juga berasal dari Bandung ini, omset penjualan tahun ini memang tidak setinggi saat sebelum pandemi Covid-19. Agar bendera-benderanya tetap laku, Dedi berupaya untuk membidik pembeli dari perkantoran.

Baca juga :  Gadaikan Sertifikat Curian, Pembobol Kantor Bumdes Sakti Ditangkap

“Memang sudah mulai ramai pembeli, tapi dibandingkan sebelum pandemi sekarang termasuk sepi. Sekarang saya jarang jual ke perorangan, hanya andalkan pembeli yang dari perkantoran saja,” pungkasnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini