Hamili Pacar, Seorang Remaja Dituntut 15 Bulan Penjara

picsart 22 08 03 16 55 29 546
Kasipidum Kejari Jembrana, Delfi Trimariono

Negara, DENPOST.id

Seorang remaja berusia 16 dituntut pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan (15 bulan), dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Selasa (2/8/2022). Pelaku anak (terdakwa anak-anak) dinilai terbukti melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur dan menyebabkan korban hamil.

Pelaku dan korban yang berasal dari Kecamatan Jembrana ini mengaku berpacaran. Meski baru pacaran dan masih di bawah umur, mereka sudah nekat melakukan hubungan layaknya suami istri, bahkan hingga 8 kali.
Dari hubungan itu membuat korban berbadan dua dan sudah melahirkan anak.

Baca juga :  Pertama Kali, Staf Sekretariat PPK Dilantik

Kasipidum Kejari Jembrana, Delfi Trimariono, mengatakan, karena status pelaku anak masih di bawah umur, tuntutan pidana penjara nantinya tidak perlu dijalani. Diganti dengan menjatuhkan pidana dengan syarat berupa pembinaan di luar lembaga.
Menurut Delfi pelaku hanya mengikuti program pembimbingan dan penyuluhan oleh Pejabat Pembina Balai Pemasyarakatan Klas I Denpasar selama 6 bulan.

Selain menjalani pembinaan dan penyuluhan selama 6 bulan, pelaku anak juga dijatuhi pidana pelatihan kerja pengganti pidana denda di panti asuhan selama 6 bulan. Pelaku anak juga dibebani membayar restitusi sebesar Rp 15.102.500.
Karena dituntut pidana penjara ini, maka pelaku anak yang masih sekolah ini terancam putus sekolah. Namun menurut jaksa, masih bisa melanjutkan pendidikan. “Tidak sampai putus sekolah. Namun harus mengikuti pembinaan di luar lembaga,” terangnya.

Baca juga :  Penanganan Abrasi di Gilimanuk Terkendala Ombak Tinggi

Terkait kasus kekerasan seksual anak, baik sebagai pelaku dan korban, menurut Delfi merupakan kasus yang meningkat drastis tahun 2022 ini.
Dikatakan Delfi, melihat kasus yang terjadi, perlu peran penting orang tua menjaga dan mengawasi anaknya.
“Jangan sampai membiarkan anak berpacaran sampai keluar batas kewajaran. Saya berharap tidak terjadi lagi kasus-kasus seperti ini,” tandasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini