Tersangka Ketua LPD Anturan Kembali Diperiksa

picsart 22 08 03 20 15 24 444
DIPERIKSA LAGI - Ketua LPD Anturan yang sudah berstatus tersangka, saat diperiksa lagi di Kantor Kejari Buleleng, Rabu (3/8/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Penyidikan kasus LPD Anturan yang ditangani penyidik pada Kejaksaan Negeri Buleleng, Rabu (3/8/2022), melakukan pemeriksaan tambahan kepada tersangka NAW selaku Ketua LPD Anturan hampir selama 6 jam. Penyidik mencecar tersangka sebanyak 56 pertanyaan terkait dengan proses, alur dan temuan-temuan terbaru mengenai uang reward dan SHM milik LPD Anturan.

“Hal yang menarik justru muncul saat ditemukan adanya polis asuransi sejumlah Rp600 juta di PT. Asuransi Jiwasraya atas nama salah satu pengurus LPD Anturan. Yang mana, sumber uangnya diakui oleh tersangka NAW berasal dari LPD Anturan,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Buleleng, AA Jayalantara, SH.

Di sisi lain, Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng juga menemukan kredit atas nama A (tersangka NAW) senilai lebih dari Rp135 miliar yang tercatat tanpa akad kredit, serta tanpa adanya pemberian jaminan apapun yang diakui oleh tersangka merupakan akumulasi nilai kredit dari para nasabah.
Begitu juga terkait biaya tirtayata yang nilainya lebih dari Rp700 juta, ternyata bersumber dari uang LPD Anturan, tetapi tidak terlaporkan pada keuangan LPD.

“Kegiatan tirtayata tersebut dianggap sebagai bonus untuk para pengurus, rekanan para ketua LPD, serta para nasabah (pemilik deposito) yang nilainya diatas Rp1 miliar. Tersangka yang didampingi oleh penasihat hukumnya menjawab pertanyaan penyidik dengan jelas dan terbuka,” imbuhnya.

Baca juga :  Tes Acak di Pasar Anyar Singaraja, Tiga Positif

Di hari yang sama pada pukul 11.00 Wita, Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng didatangi oleh salah seorang Ketua Koperasi DMS. Yang mana, kedatangannya bertujuan untuk menyerahkan 1 buah Sertifikat Hak Milik atas nama tersangka NAW seluas 8.700M2 (87 are) yang berlokasi di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, serta satu bundle fotocopy berkas pinjaman Koperasi Simpan Pinjam Dana Mukti Singaraja. Keberadaan sertifikat tersebut di tangan Ketua Koperasi DMS merupakan titipan dari tersangka NAW.

Baca juga :  Pohon Beringin "Keramat" Tumbang Timpa Balai Banjar

Atas penyerahan sertifikat tersebut, penyidik melakukan penyitaan dan membuat berita acara penyitaan. Secara beruntun pada pukul 13.20 Wita, Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng juga didatangi oleh salah seorang pengurus LPD Anturan berinisial LS (Sekretaris LPD), di mana yang bersangkutan menyerahkan uang senilai Rp177.750.000.000, yang berasal dari uang reward hasil kavling tanah LPD Anturan kepada penyidik pada Kejaksaan Negeri Buleleng.

Pengembalian uang reward tersebut, merupakan bentuk pelunasan dari saudara LS, yang mana sebelumnya ia telah menyerahkan satu buah SHM sebidang tanah seluas 250M2 yang berlokasi di Desa Anturan senilai Rp100 juta, sehingga total uang yang dikembalikan oleh LS senilai Rp 277.750.000.000.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Berikan Relaksasi Penundaan Pembayaran PBB-P2

“Penyidik pada Kejaksaan Negeri Buleleng dalam hal ini akan terus mengupayakan optimalisasi asset recovery milik LPD Anturan, yang mana harapannya juga para nasabah dan pengurus lain yang masih belum mengembalikan sertifikat maupun aset lain milik LPD Anturan segera menyerahkannya pada penyidik,” tandasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini