Mutasi Virus PMK Tetap Diwaspadai, Dinkes Maksimalkan Pencegahan

picsart 22 08 04 10 40 45 241
APD - Petugas memakai APD saat melakukan penyemprotan ternak.

Negara, DENPOST.id

Penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menghantui para peternak sapi dan babi. Meski vaksinasi dan penyemprotan disinfektan gencar dilakukan, namun kekhawatiran tetap dirasakan peternak. Apalagi puluhan ekor sapi di Jembrana sudah terjangkit PMK dan ternak tersebut sudah dimusnahkan.

Meskipun PMK belum ada mutasi penyakit ke manusia, namun penyakit ini juga harus diwaspadai.
Kadis Kesehatan Jembrana, dr. I Made Dwipayana, Kamis (4/8/2022) mengatakan, virus PMK dari hasil penelitian terakhir sampai saat ini belum ditemukan dampaknya terhadap kesehatan pada manusia. “Ini bukan zoonosis (penyakit yang bisa ditularkan hewan ke manusia), tapi dari hewan ke hewan. Jadi sampai saat ini tidak ada efek ke manusia. Sepanjang daging dimasak dengan matang, tidak ada masalah. Kecuali jika daging mentah, lain lagi,” kata Dwipayana.

Baca juga :  Bupati Artha Ajak Desa Adat Gencarkan Sosialisasi 3 M

Meski begitu dia menyatakan tetap mewaspadai potensi mutasi virus ini. Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Dwipayana, petugas-petugas yang melakukan penyemprotan, pemusnahan dan lainnya tetap melindungi diri dengan alat pelindung diri (APD). “Dikhawatirkan ada mutasi dari gen virusnya. Ternak yang kena PMK harus dipotong/dimusnahkan,” jelasnya.

Untuk bagian-bagian yang masih bisa dikonsumsi hanya dagingnya saja. “Paling tinggi konsentrasi virus di areal pencernaan, mulut sampai usus. Jeroan, otak juga tidak boleh dikonsumsi. Demikian juga tulang dan kuku tidak bisa dikonsumsi karena kukunya kena dikhawatirkan menyebar ke tulang dan otak. Yang enak-enak itulah yang jangan dikonsumsi. Jeroan memang enak namun sumber penyakit tinggi. Kalau di luar negeri jeroan itu tidak dijual karena dinilai bukan makanan manusia. Masak daging juga harus benar-benar matang,” jelas Dwipayana.

Baca juga :  Hutan Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam di Blok Seked Terbakar

Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, menegaskan, pihaknya memang terus melakukan kegiatan pengawasan dengan operasi di masing-masing Polsek.
Selain itu pihaknya juga meminta para Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas terus mengedukasi warga/peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak, melakukan penyemprotan dan vaksinasi. “Jika ada kendala segera dilaporkan ke pihak terkait. Kami di lapangan juga memantau lalu lintas ternak, jangan sampai terjadi mutasi virus PMK,” tandasnya. (120)

Baca juga :  Pelaku Jual Beli Suket Hasil Rapid Test Antigen Covid-19 Palsu Diamankan Polisi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini