Komplotan Pencuri Ditangkap Saat Sembunyi di Ruko

picsart 22 08 04 12 54 19 816
PENCURI - Komplotan pencuri yang menyasar lokasi proyek digiring ke Rutan Polda Bali.

Kreneng, DENPOST.id

Aparat Resmob Ditreskrimum Polda Bali menangkap empat komplotan pencuri yang menyatroni lokasi proyek Hotel Patina, Ubud, Gianyar. Keempatnya, Rismanto (38), Heri Susilo (35), Masduki (37) dan Adi Saputro (24). Mereka ditangkap di salah satu ruko di Jalan Tukad Balian, Sidakarya, Denpasar Selatan.

Wadir Reskrimum Polda Bali, AKBP Suratno, mengatakan, komplotan pencuri spesialis menyasar proyek bangunan hotel itu beranggotakan lima orang. Hanya empat yang ditangkap, satu lagi berinisial JO masih buron.

Baca juga :  Kotori Estetika Denpasar, Puluhan Reklame Bodong Diberangus

Menurut Suratno, terungkapnya kasus pencurian itu berawal dari laporan pihak Hotel Patina di Jalan Bisma, Ubud, pada 9 Mei 2022. “Barang barang mewah yang akan dipasang di dalam kamar hotel hilang dicuri. Akibatnya pihak hotel mengalami kerugian lebih dari Rp 200 juta,” bebernya, Kamis (4/8/2022).

Kasus pencurian tersebut lantas dilaporkan ke Polres Gianyar. Selanjutnya Tim Resmob Ditreskrimsus Polda Bali dan Satreskrim Polres Gianyar melakukan penyelidikan.

Petugas lantas memeriksa CCTV. Terlihat kelima tersangka masuk ke areal hotel dari pintu belakang proyek. Kemudian berbekal rekaman CCTV tersebut petugas menelusuri keberadaan para tersangka. “Mereka kemudian diketahui berada di sekitar wilayah Sidakarya, Denpasar. Para tersangka ditangkap di salah satu ruko di Jalan Tukad Balian pada 13 Juli 2022,” ucap Suratno.

Baca juga :  Dua Perawat Negatif, Segini PDP Covid-19 di Sanglah

Para tersangka yang diinterogasi mengaku masuk ke areal hotel melalui pagar belakang. Kemudian merusak pintu kamar hotel dan mengambil barang-barang dalam hotel. “Barang-barang tersebut dijual kepada seseorang atas nama Afui di Jakarta, dikirim melalui kurir dan uang pembayaran ditransfer melalui rekening BCA atas nama Rismanto,” beber Suratno.

Selain di Ubud, mereka juga pernah beraksi di sejumlah lokasi proyek di kawasan Kuta, Tabanan dan Gianyar. “Mereka beraksi di beberapa tempat, sasarannya lokasi proyek. Pernah mereka beraksi di Batubolong – Kuta, Kediri – Tabanan, Sayan – Ubud dan di proyek Rumah Sakit Payangan,” tandas Suratno. (124)

Baca juga :  Reaksi Anggota DPRD Denpasar Terkait Menjamurnya Pelabuhan Lokal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini