Tanaman Kol Diserang Penyakit Akar Gada

picsart 22 08 04 16 11 49 669
AKAR GADA - Kondisi tanaman kol di Kintamani yang diserang penyakit akar gada. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Tanamam kol di wilayah Kabupaten Bangli mulai diserang berbagai penyakit. Penyakit akar gada salah satunya. Selain di Desa Kayubihi, tanaman kol milik petani di Kaldera Gunung Batur, Kecamatan Kitamamani juga diserang penyakit akar gada. Serangan akar gada ini telah menyerang tanaman kol di tiga desa yakni Kedisan, Buahan dan Abang. Akibatnya, petani merugi puluhan juta rupiah.

Jro Nick, salah seorang petani, Kamis (4/8/2022) membenarkan adanya serangan penyakit akar gada ini. Kata dia, penyakit ini tergolong penyakit baru yang menyerang tanaman kol. Karenanya, petani dibuat kelimpungan untuk mengatasi serangan penyakit ini. “ Sejak saya tanam kol mulai tahun 1987, belum pernah menemui penyakit ini. Penyakit akar gada ini mengerikan, lantaran akar kol yang diserang akarnya mirip gada,” tuturnya.

Baca juga :  Simpan SS, Sopir Pengangkut Pasir Ditangkap

Ciri-ciri tanaman yang terserang akar gada, jelasnya, pertumbuhan kol tidak maksimal. Selanjutnya tanaman akan layu dan tidak bisa menghasilkan “telur”. Bila telah terserang, sebutnya, petani telah siap menderita kerugian yang cukup besar hingga puluhan juta rupiah. “Kalau akar gada sudah menjangkiti tanaman kami hanya bisa pasrah. Berbagai upaya pengobatan telah kami lakukan,” ujarnya.

Sejatinya, kata dia, petani telah menyampaikan perihal serangan itu ke petugas PPL. Disebutkan, serangan penyakit ini lantaran kekurangan zat kapur, karena itu petani disarankan untuk menabur dolmit. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Serangan makin ganas dan meluas.

Baca juga :  Kapolda Bali Cek Forum Sipandu Beradat di Bangli

Jro Nick bersama petani lainnya berharap agar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli segera turun tangan. Paling tidak, petugas turun guna mengetahui pepenyebab penyakit ini sehingga nantinya dicarikan solusianya sehingga petani tidak terus-terusan mengalami kerugian. “ Kami berharap mendapatkan penyuluhan dari pemerintah terkait cara mengatasi penyakit ini. Tanaman kol adalah komoditas andalan kami, selain bawang kalau ini diserang penyakit lantas bagaimana nasib keluarga kami,” ucapnya.(128)

Baca juga :  Air Rendam Jalan Menuju Pesiraman Dedari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini