Upaya Damai Pencabutan Penjor Belum Membuahkan Hasil

picsart 22 08 04 19 55 32 424
MEDIASI - Mediasi kasus pencabutan penjor di Taro Kelod, berlangsung di Mapolres Gianyar, Kamis (4/8/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Kasus pencabutan penjor di Taro Kelod, Tegallalang, Gianyar, masih terus bergulir. Termasuk upaya damai yang dimediasi pihak kepolisian, didampingi Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar, di Mapolres Gianyar, Kamis (4/8/2022).

Namun sayang, upaya damai belum membuahkan hasil. Pasalnya, pihak korban Ketut Warka belum mau mencabut berkas kasus perkara pidana pencabutan penjor. Rapat mediasi dipimpin Kasat Binmas Polres Gianyar, AKP I Gede Hendrawan, S.H., M.H., didampingi Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar, AA Alit Asrama, dan Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Sudita, di Aula Mapolres Gianyar, akhirnya memberikan waktu bagi keluarga Ketut Warka untuk berpikir yang selanjutnya mau mencabut berkas pidana pencabutan penjor yang dilakukan oknum Prajuru Desa Adat Taro Kelod.

Baca juga :  Pekan Ini, Vaksinasi Nakes Gianyar Ditargetkan Rampung

Korban Ketut Warka, didampingi kuasa hukumnya menyampaikan dalam tahap perdamaian sanksi adat dan sanksi sosial wajar dikembalikan secara normal. “Ini karena pihak keluarga kami tidak terbukti melalukan pelanggaran terhadap awig-awig,” katanya.

Menurut Warka, ini merupakan suatu yang tidak pas dalam sebuah perdamaian. Perilaku atau tindakan yang benar ditukar dengan sesuatu perbuatan yang salah. Dikatakan dia, kasus pidana pencabutan penjor terpisah kasus perdata masalah tanah sebelumnya. Perbuatan pencabutan penjor tersebut, ada unsur penistaan agama. Adanya penistaan ini sulit bagi keluarga Warka, mengambil sebuah keputusan untuk mencabut berkas pidana pencabutan penjor.

Baca juga :  Sempat Adu Mulut, UMKM Sentra Sukla Satyagraha Akhirnya Disegel

Pihaknya belum berani mencabut laporan pencabutan penjor yang dikhawatirkan dirinya diumpat, dicaci maki umat Hindu, karena dikira melindungi oknum yang melakukan penistaan agama.

Sementara Kuasa Hukum Ketut Warka, Gusti Ngurah Wisnu yang mendampingi mediasi meminta kepada pemimpin rapat mediasi untuk memberikan kesempatan bagi keluarga Warka. Pihak Warka tentu juga memiliki hak untuk mempertimbangkan untuk tidak mencabut berkas pidana pencabutan penjor. “Kami akan selalu memberikan pendampingan hukum kepada keluarga Ketut Warka. Semoga diberikan kesempatan kepada keluarga Ketut Warka ke depan dan ada upaya dari pihak Keluarga Ketut Warka maupun pihak Prajuru Desa Taro Kelod untuk saling minta maaf, sehingga selanjutnya berkas pidana bisa dicabut,” harapnya.

Baca juga :  Menteri KKP Soroti Sampah di Lautan

Kasat Binmas Polres Gianyar, AKP I Gede Hendrawan, S.H, M.H., didampingi Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar, AA Alit Asrama, dan Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Sudita dihadapan pihak Prajuru Desa Adat Taro Kelod sepakat memberikan waktu bagi keluarga Ketut Warka untuk berpikir terhadap kasus ini. “Kami harap kasus Adat Taro sesuai sepakatan dari awal sepenuhnya bisa diselesaikan secara damai,” harap AKP I Gede Hendrawan. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini