Tujuh Desa Diusulkan Jadi Kampung Budi Daya Rumput Laut

picsart 22 08 04 19 56 45 188
RUMPUT LAUT - Kondisi rumput laut di Nusa Penida, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Mulai menggeliatnya pariwisata di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, ternyata belum mempengaruhi warga untuk melakukan budidaya rumput laut. Apalagi saat ini harga rumput laut kering melonjak menjadi Rp38 ribu perkilogram.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Klungkung juga mengusulkan tujuh desa di Nusa Penida, menjadi Kampung Budi Daya Rumput Laut ke pemerintah pusat.

Kepala DKPP Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, ketika dikonfirmasi, Kamis (4/8/2022), mengaku sudah menghubungi para pengusaha dan kelompok terkait kondisi budi daya rumput laut di Nusa Penida. Dari informasi yang dia peroleh, warga saat ini masih tetap melakukan budi daya rumput laut. Apalagi harga rumput laut kering sejak dua pekan lalu merangkak naik menjadi Rp38 ribu perkilogram.

“Harganya sekarang naik. Dulu hanya Rp15 ribu sampai Rp18 ribu perkilogram. Tapi sekarang sudah mencapai Rp38 ribu perkilogram untuk rumput laut yang sudah kering,” ungkap Sueta Negara.

Baca juga :  Satpol PP Segel Krematorium YPUH Buleleng

Menurut Sueta Negara, naiknya harga rumput laut ini terjadi karena faktor kualitas dan produksinya. Belum lagi bulan ini petani di Lembongan sedang panen raya rumput laut. Walaupun ada sedikit diserang hama ice-ice, produksi rumput laut di Lembongan masih bagus. Beda dengan di Desa Suana, khususnya di Dusun Semaya, petani justru belum bisa budi daya sejak sebulan terakhir karena faktor musim. (119)

Baca juga :  Jelang G20, Sejumlah Fasilitas di ITDC Diminta Diperbaiki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini