Giliran Kantor LPD Anturan Digeledah Penyidik Kejari Buleleng

picsart 22 08 04 19 59 13 095
GELEDAH - Penyidik saat menggeledah Kantor LPD Anturan, Kamis (4/8/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Berkaitan dengan adanya keterangan dari tersangka NAW pada, Rabu (3/8/2022), mengenai adanya dokumen kredit atas namanya yang nilainya fantastis, maka pada Kamis (4/8/2022) sekitar pukul 11.00 Wita, penyidik pada Kejaksaan Negeri Buleleng melakukan upaya penggeledahan di LPD Anturan.

Penggeledahan dilakukan dengan maksud untuk mencari bukti-bukti yang terkait dengan asuransi Jiwasraya beberapa sertifikat SHM milik LPD Anturan yang belum ditemukan, serta dokumen kredit yang dinilai berkisar Rp135 miliar tersebut.
Penggeledahan juga mengikutsertakan tersangka dan penasehat hukumnya yang bersangkutan juga menunjukkan letak dan posisi dokumen-dokumen dimaksud.

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng yang berjumlah delapan orang melakukan penggeledahan didampingi Kelian Adat Desa Anturan, serta Perbekel Desa Anturan. Penggeledahan yang berlangsung selama 4 jam di LPD Anturan, berhasil mengamankan beberapa dokumen terkait asuransi, kredit dan sertifikat. “Menjadi hal yang menarik saat penyidik menemukan dokumen, ternyata seluruh karyawan dijamin oleh Asuransi Jiwasraya, yang mana sumber pembayarannya berasal dari kas LPD Anturan. Serta juga ditemukan beberapa dokumen asuransi atas nama pengurus LPD Anturan pada perusahaan asuransi Sun Life,” ungkap Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara, SH.

Untuk sertifikat milik LPD Anturan yang berhasil diamankan, justru penyidik dapatkan dari Kelian Adat Desa Anturan yang menyerahkan sertifikat SHM tersebut kepada penyidik, yang mana SHM tersebut berlokasi di Desa Anturan tepatnya di depan SD 2 Anturan, dan sudah beralih nama menjadi kepemilikan Desa Adat Anturan yang sebelumnya SHM tersebut adalah milik LPD Anturan atas nama tersangka NAW selaku Ketua LPD Anturan.

Baca juga :  Balapan Liar di Pengambengan Ditertibkan

“Begitu juga terhadap dokumen yang berkaitan dengan kredit akumulatif yang diakui oleh tersangka NAW dengan nilai Rp135 miliar di Tahun 2019, justru Penyidik Kejari Buleleng menemukan kredit akumulatif tanpa jaminan tersebut senilai Rp141 miliar di Tahun 2020,” imbuhnya.

Selanjutnya Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng, melakukan penyitaan dokumen yang berkaitan dengan pinjaman senilai Rp141 miliar tersebut. Hasil penyitaan sebanyak 21 bendel dokumen diamankan oleh penyidik yang langsung dibuatkan berita acara penyitaan guna memperkuat bukti dalam berkas perkara. Penggeledahan berakhir pukul 14.20 Wita, dan kegiatan penggeledahan oleh Penyidik Kejari Buleleng berjalan dengan aman dan lancar.

Baca juga :  Buka Gerai Cukur Gratis, Komunitas Toekang Cukur Sasar Warga Terdampak

Di hari yang sama sebelum melakukan penggeledahan sekitar pukul 09.00 pagi seorang pengurus LPD Anturan yang berstatus sebagai analis kredit datang kepada Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng, dengan maksud mengembalikan uang reward yang ia terima.

Pengurus yang berinisial GB mengembalikan uang reward, dengan cara mencicil dan pada hari ini yang bersangkutan menyerahkan uang sejumlah Rp37.750.000 dari uang reward secara keseluruhan yang ia terima sebesar Rp217.750.000, sehingga yang bersangkutan masih menunggak uang reward senilai Rp180 juta atas tunggakan tersebut yang bersangkutan bersedia sesegera mungkin mengembalikan kepada penyidik pada Kejaksaan Negeri Buleleng. (118)

Baca juga :  Prokes Ketat, 10 Jemaat Gereja GPIB Ekllesia Diminta Pulang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini