Dinas PKP Cek Serangan Akar Gada di Kaldera Gunung Batur

picsart 22 08 05 12 26 27 082
AKAR GADA - Tim dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli melakukan pengecekan terkait kondisi kubis/kol yang diserang akar gada di Kintamani, Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli bergerak cepat menindaklanjuti keluhan petani kol (kubis) di Kaldera Gunung Batur, Kintamani, Bangli. Tim Dinas PKP langsung mengecek ke lapangan terkait serangan penyakit akar gada. Tim pun melakukan penelitian di tanaman kubis milik Jro Nick, petani asal Desa Kedisan, Kintamani.

“Tim yang turun dipimpin Kabid Penyuluhan dan SDM, I Made Marnata. Mereka juga melakukan pengukuran PH tanah di lahan tanaman kubis milik petani setempat,” terang Kadis PKP Bangli, I Made Alit Parwata, Jumat (5/8/2022).

Disebutkannya, sesuai hasil pengecekan tim memang ditemukan adanya tanaman kubis yang terserang penyakit akar gada. Di mana, akar gada ini disebabkan oleh jamur yang mengakibatkan pembesaran pada akar. Jamur ini kemungkinan besar dibawa pada bibit serta rendahnya Ph tanah dan buruknya drainase pada lahan. “Tim memberikan penyuluhan kepada petani untuk menimalisir serangan akar gada yang memang ganas pada musim kamarau,” jelasnya.

Selain itu, tim juga memberikan pupuk jenis Prima Deco sebanyak 5 bungkus kepada petani. Dijelaskannya, pemakaian pupuk ini tidak boleh berbarengan dengan pemberian pestisida. “Petani agar mencoaba dulu pemberian Prima Deco tersebut. Nantinya akan kembali dilakukan pengecekan,” katanya.

Baca juga :  Begini Suasana Melipat Surat Suara di Denpasar dan Bangli

Sementara Jro Nick secara terpisah mengakui tim dari Dinas PKP telah turun untuk melakukan penelitian terkait penyebab penyakit akar gada tersebut. “Saya ucapkan terima kasih kepada Kadis PKP Bangli bersama jajaran yang telah cepat tanggap untuk menindaklanjuti keluhan kami,” ucap Jro Nick.

Kata dia, pada kesempatan itu tim melakukan penelitian baik PH tanah maupun penyakit yang menyerang tanaman kubis di kebunnya. Setelah melakukan penelitian degan mengambil sampel pada tanaman maupun tanah di lokasi penanaman, lanjutnya, tim mendapatkan kesimpulan kalau serangan akar gada diakibatkan oleh rendahnya PH tanah. Yang mana, untuk tanaman kol dibutuhkan PH tanah sekitar 60 persen. “ Setelah diteliti ternyata PH tanah di kebun saya hanya berkisar 54. Jadi masih kurang, makanya penyakit ini makin ganas,” ungkapnya.

Baca juga :  Coklit Berakhir, Masih Ada Warga Tercecer

Selain lantaran PH tanah yang kurang, jelasnya, petani dianjurkan untuk mengurangi pemakaian pupuk ZA dan urea. Untuk menyuburkan tanaman, petani dianjurkan menggunakan pupuk DGW, yakni pupuk yang biasanya dipakai untuk melakukan pembibitan. “Saat musim kamarau akar gada memang uumnya akan meningkat. Karenanya petani diminta mengurangi pemakaian pupuk urea,” ujarnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini