Puluhan Ribu KK Kurang Mampu di Buleleng akan Dapat STB

picsart 22 08 08 15 29 24 612
Kadis Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan (kiri)

Singaraja, DENPOST.id

Kadis Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan mengajak seluruh masyarakat untuk segera beralih dari TV analog menuju TV digital untuk mendapatkan siaran yang lebih bersih, jernih dan tidak diacak. Hal itu terungkap dalam Dialog Interaktif “Penyiaran TV Digital sebagai Terobosan Dalam Era Digital” di salah satu stasiun radio di Buleleng, Senin (8/8/2022).

Suwarmawan mengatakan, masyarakat yang termasuk dalam keluarga kurang mampu dan juga masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) akan diberikan bantuan set top box (STB) dari Pemerintah Pusat. “Sesuai validasi data terbaru, tercatat ada 22 ribu lebih masyarakat kurang mampu di Buleleng yang akan mendapat bantuan STB tersebut,” terangnya.

Baca juga :  Tanjakan, Truk Terguling di Desa Sepang

Disinggung terkait titik blank spot, Suwarmawan mengakui wilayah di Buleleng terdapat beberapa titik blank spot karena kondisi topografi yang berbukit. “Namun kami tengah bersiap mengatasi hal itu dengan pembangunan tower oleh Pemerintah Provinsi Bali di daerah Desa Pegayaman,” katanya.

Dia memaparkan, peralihan menuju TV digital murni untuk masyarakat agar kualitas siaran TV yang ditonton lebih baik daripada TV analog. “Kalau masih pakai parabola kendalanya banyak karena frekuensi siaran sering berubah, apalagi diacak pada siaran channel tertentu. Lain halnya dengan TV digital yang siarannya lebih bersih, jernih dan tidak diacak,” terangnya.

Baca juga :  Operasi Patuh Agung-2021, Warga Diminta Tingkatkan Disiplin Prokes

Terkait teknisnya, Suwarmawan menerangkan tidak semua TV jenis Smart TV dapat langsung mengakses siaran tv hanya dengan tambahan perangkat antena. Terdapat kualifikasi khusus, yakni harus terdapat menu DTV atau digital TV.
Karenanya dia mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk senantiasa mendukung program pemerintah dalam rangka peralihan TV analog menuju TV digital. “Siaran bersih, jernih dan tidak diacak. Masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli receiver baru akibat frekuensi siaran berubah-ubah dan diacak seperti siaran bola,” pungkasnya.
(118)

Baca juga :  Puskesmas I Busungbiu Kekurangan Tenaga, Dewan Usulkan Pemerataan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini