Peternak Sapi Diimbau Tak Resah Hadapi PMK

picsart 22 08 09 13 59 03 409
PASAR HEWAN - Aktivitas di Pasar Hewan Kayuambua di Susut, Bangli, sebelum ditutup sementara.

Bangli, DENPOST.id

Meski proses vaksinasi pada ternak sapi sebagai upaya penanganan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah dilakukan, namun nyatanya masih tetap membuat para peternak di Kabupaten Bangli resah. Sebab, selain takut ternaknya diserang PMK berkepanjangan, tentu hal itu berpengaruh dengan harga sementara biaya pakan tak sedikit. Hal ini menjadi atensi Pihak Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli. Para peternak diminta tetap tenang sehingga bisa mencegah para saudagar mempermainkan harga sapi.

Baca juga :  UHN Bagus Sugriwa Dicanangkan Jadi "World Class University"

Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Made Alit Parwata, mengaku sangat merasakan kegelisahan peternak di tengah merebaknya kasus PMK. Karena sapi adalah salah satu mata pencaharian mereka. “Kita telah membentuk tim respons cepat. Karenanya peternak harus tetap tenang,” pintanya, Selasa (9/8/2022).

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini vaksinasi sapi di Kabupaten Bangli terus dilakukan, baik pada desa terdampak maupun di luar terdampak. Disebutkan pula, sejauh ini permohonan masyarakat untuk vaksinasi ternaknya terus berdatangan ke Dinas PKP. “Malahan demi mendapatkan vaksinsi ada peternak yang rela menyebut ternaknya sekarat. Namun setelah kita cek ternyata sapinya sehat-sehat saja,” beber Alit Parwata.

Mengenai jumlah tim vaksinator, kata dia, masih mencukupi. Namun karena aturan pusat, sejauh ini vaksinasi massal belum bisa dilakukan. Karena itu, dia kembali meminta agar peternak bersabar. Dia memastikan semua sapi nantinya akan bisa tervaksin. “Kita juga nanti melakukan persiapan untuk vaksinasi dua bagi desa terdampak PMK, seperti di Desa Buahan dan Desa Demulih dan wilayah sekitarnya,” tandasnya. (128)

Baca juga :  Dihantam Pule, Begini Kondisi Bangunan Pura Penataran Pasekan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini