Pelaksana Proyek Bronjong di Sungai Yehsatang Ditegur

picsart 22 08 09 19 29 58 110
TINJAU PROYEK - Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Selasa (9/8/2022), saat meninjau pengerjaan proyek bronjong di Sungai Yehsatang, Banjar Loloan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna,
Selasa (9/8/2022), meninjau pengerjaan proyek bronjong di Sungai Yehsatang, Banjar Loloan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Wabup Patriana Krisna didampingi Camat Pekutatan, I Wayan Yudana, dan Perbekel Medewi, I Nengah Wirama, turun langsung ke lokasi guna memastikan pekerjaan proyek ini berjalan benar.

Pengerjaan bronjong di sekitar Sungai Yehsatang ini bertujuan melindungi pinggiran sungai yang longsor karena kondisi senderan yang labil. Selain itu, untuk melindungi tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang ada di pinggiran sungai yang terancam tergerus.

Baca juga :  Giri Prasta Sosialisasi Jangan Abai Prokes saat Upacara Yadnya

Proyek bronjong tersebut, dengan panjang 144 meter.
Pengerjaannya selama 90 hari dengan biaya proyek Rp1,2 miliar.

Wabup Patriana bertemu langsung dengan wakil dari pelaksana proyek, Gede Nesa dari PT. Panji yang berkedudukan di Denpasar, untuk menanyakan tentang pengerjaan proyek bronjong ini. Wabup juga menanyakan terlebih dahulu tentang pengerjaan proyek melalui dokumen perencanaan dan RAB proyek, karena papan plang proyek belum terpasang.

Baca juga :  Covid-19 di Denpasar, 15 Pasien Sembuh dan Positif 16 Orang

Patriana juga meminta secepatnya untuk dipasang plang papan proyek supaya semua yang berkepentingan dan warga tau tentang proyek, serta sebagai keterbukaan atas proyek yang berjalan.

Pihaknya pun menyarankan untuk pekerja diharapkan menggunakan alat keselamatan kerja (K3), seperti helm karena pekerjaan yang beresiko. Pihak pelaksana proyek juga diminta berkoordinasi dengan aparat desa untuk saling terbuka dan mengingatkan agar kegiatan proyek berjalan seperti apa yang direncanakan, yakni berfungsi menahan gerusan sungai agar tidak bertambah lebar dan rusak.

Baca juga :  Di Jembrana, Angka Sembuh Pasien Covid-19 Bertambah

“Apa yang dikerjakan dalam proyek ini harus sama dengan RAB yang sudah dibuat,” jelasnya.

Gede Nesa menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pemasangan plang proyek dan berjanji segera akan dipasang. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini