Tersangka Korupsi DLH Denpasar Ditahan

picsart 22 08 10 11 43 23 508
DITAHAN - Pelimpahan tersangka berinisial WS bersama barang bukti oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Denpasar.

Denpasar, DENPOST.Id

Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar melakukan pelimpahan tahap II perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkot Denpasar, Selasa (9/8/2022) sore.
Pelimpahan tersangka berinisial WS bersama barang bukti dilaksanakan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Denpasar.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha, mengatakan, tersangka WS diduga melakukan tindak pidana korupsi saat menjadi pegawai kontrak di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar. Modusnya, pada Maret 2021 sampai 30 Juli 2021 bertempat di TPA Suwung, tersangka berdasarkan Surat perintah kerja Nomor 810/137/DLHK /2021, tanggal 5 Januari 2021 dengan tugas dan tanggung jawab selaku sopir operator menjaga kebersihan TPS melaporkan kerusakan alat berat kepada mekanik.

Baca juga :  Dishub Minta Pedagang Bermobil Tak Berjualan di Bahu Jalan

“Berdasarkan tugas dan tanggung jawab tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar mengeluarkan surat perintah Tugas Nomor: 800/220/DLHK/2021, tanggal 5 Januari 2021. Tersangka ditunjuk sebagai mandor alat berat,” terang Suyantha.

Dijelaskannya, WS diduga menyalahkan kewenangannya sebagai mandor alat berat dengan mengatur operasional armada. WS memerintahkan kepada para sopir yang bertugas shift pagi dan siang untuk melakukan pengangkutan sampah tidak sesuai SOP. “Pengangkutan sampah TPS ke TPA dengan pengisian sampah oleh operator tidak terisi penuh pada bak armada sehingga alokasi anggaran biaya operasional kupon BBM solar isi 10 liter armada keluar melebihi dari kegiatan yang dilakukan,” ungkapnya.

Baca juga :  Usai Batuk-batuk, Nora Tewas di Kamar

Dengan pengisian penuh sudah cukup dengan tiga lembar kupon, tapi dengan pengisian tidak penuh sehingga melebihi dari tiga lembar kupon. “Kelebihan dari kupon BBM solar isi 10 liter yang diterima oleh tersangka dari para sopir shift pagi dan siang dalam sehari masing-masing sebanyak satu lembar merupakan keuntungan tersangka yang dinikmati dan dipergunakan untuk kepentingan pribadinya,” beber Suyantha.

Berdasarkan keterangan ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Bali, perbuatan tersangka telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 255.131.000,00 (dua ratus lima puluh lima juta seratus tiga puluh satu ribu rupiah). “Terhadap tersangka akan dilakukan penahanan oleh JPU selama 20 hari ke depan di LP Kerobokan. Berkas Perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kemudian dilakukan penunjukan majelis hakim dan penentuan jadwal persidangan,” tandasnya. (124)

Baca juga :  Banyu Pinaruh, Bendesa Adat Intaran Minta Masyarakat Tak ke Pantai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini