Ditahan, Mantan Ketua LPD Ungasan Segera Dilimpahkan

picsart 22 08 10 12 18 01 112
BARANG BUKTI - AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci bersama Kombes Satake Bayu memperlihatkan barang bukti dan tersangka.

Kereneng, DENPOST.id

Mantan Ketua LPD Desa Adat Ungasan, Badung, Ngurah S (63), ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Bali sejak Jumat (5/8/2022). Dia diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian Rp 26.872.526.963.

Kasubdit 3 Dit Reskrimsus Polda Bali, AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci, mengatakan, mantan ketua LPD periode 2013-2017 itu telah ditahan dan akan segara dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali. “Dalam waktu dekat akan kami limpahkan,” katanya didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Satake Bayu, Rabu (10/8/2022).

Suinaci menjelaskan, kasus dugaan korupsi keuangan di LPD Desa Adat Ungasan itu berdasarkan laporan para nasabah yang menjadi korban. “Salah satu laporan yang masuk pada 25 September 2019 dengan nomor LP-A/380/IX/2019/Bali/SPKT,” bebernya.

Setelah laporan itu ditindaklanjuti dan dilakukan penyelidikan, petugas lantas mengantongi bukti awal terkait penyalahgunaan kewenangan atau kekuasaan yang dilakukan Ngurah S. “Ditemukan penyimpangan dalam pengelolaan dana di LPD Desa Adat Ungasan untuk memperkaya diri sendiri, hingga masyarakat tidak bisa menarik uangnya di LPD,” ungkap Suinaci.

Baca juga :  Putu Parwata: Badung Mampu Bertahan Tanpa Pariwisata

Dia menjelaskan, tersangka dalam melakukan aksinya mengeluarkan kredit fiktif dengan nilai besar. Dan yang digunakan sebagai peminjam adalah nama-nama keluarga yang memiliki kredit di LPD Ungasan. Bahkan, orang yang diberikan pinjaman bukan warga Desa Adat Ungasan.

Selain itu, tersangka juga melaporkan pengeluaran dana tidak sesuai dengan fisik dan harga perolehan atas investasi (pembelian aset) di Desa Tanak Awu dan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. “Dana investasi di Desa Tanak Awu dan di Desa Mertak, lebih kecil dari jumlah uang yang dikeluarkan oleh LPD Desa Adat Ungasan. Investasi tanah di Desa Mertak juga dilaporkan dalam laporan pertanggungjawaban penggunaan dana LPD, telah lunas, namun ternyata pembayaran tanah itu belum lunas,” bebernya.

Baca juga :  Bisa Nyanyikan Lagu Indonesia Raya atau Sebut Sila Pancasila, Donat Kemerdekaan Diberikan Gratis

Lebih lanjut Suinaci mengatakan, dari tangan tersangka Ngurah, penyidik menyita puluhan barang bukti, di antaranya uang tunai Rp 80.400.000, 42 sertifikat Hak Milik, 3 surat Tanah Sporadik dan 29 perjanjian kredit. Adapula satu bundel transaksi harian kas LPD Desa Adat Ungasan atas pengeluaran kas untuk Investasi di Desa Tanak Awu dan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah periode April 2013 sampai dengan Desember 2016. (124)

Baca juga :  Cegah Covid-19, 10 Napi Lapas Tabanan "Dirumahkan"

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini