Pasutri Asal Gianyar Produksi Ratusan Video Porno

picsart 22 08 10 13 55 44 998
VIDEO PORNO - Tersangka GG yang memproduksi video porno saat ditunjukkan di ruangan Ditreskirmsus Polda Bali.

Kereneng, DENPOST.id

Pasangan suami istri (pasutri) asal Gianyar, GG (33) dan Kadek D (30) ditangkap aparat Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali karena membuat dan menjual video porno melalui media sosial. Pasutri tersebut telah memproduksi ratusan video porno sejak 2019 hingga 2022.

Tersangka GG dan Kadek D dikatakan telah menghasilkan uang puluhan juta rupiah dari mengedarkan video porno itu. “Pemerannya satu (cewek), kalau yang pria ada beberapa. Masih kami dalami pria lainnya yang ada dalam video itu,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Satake Bayu, Rabu (10/8/2022).

Pasutri yang dikaruniai satu orang anak ini menjual satu video porno di Twitter dan Telegram dengan harga Rp 200 ribu. “Mereka beralasan perbuatan itu dilakukan karena masalah ekonomi. Namun setelah didalami, diakui untuk fantasi seksual. Mereka telah membuat video saat masih pacaran,” ucap Satake, didampingi Kanit 2 Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Bali, Kompol Tri Joko W.

Perbuatan tersangka terbongkar, berawal dari informasi masyarakat terkait beredarnya konten pornografi di salah satu akun Twitter dengan pengikut 68,9 ribu. “Dalam video-video yang disebarkan, terlihat seorang wanita berhubungan badan dengan beberapa orang laki-laki,” papar Satake.

Baca juga :  TERNYATA, KAKEK SEORANG SISWA SMPN 1 GIANYAR YANG POSITIF COVID-19

Pemilik akun Twitter itu, yakni tersangka GG, juga mengundang pengikutnya untuk masuk grup eksklusif Telegram. Dia juga mewajibkan para pengikutnya membayar Rp 200 ribu jika ingin menyaksikan video dengan durasi panjang dan lengkap. “Anggota Subdit V melakukan menyamar sebagai pembeli untuk mengungkap kasus itu,” ucap mantan Kabid Humas Polda Jambi ini.

Setelah dilakukan penyelidikan, pada Jumat (22/7/2022), kedua tersangka ditangkap di rumahnya di Gianyar. “Saat diinterogasi, mereka mengaku menyebarnya secara gratis video tersebut dari 2019 di Twitter. Kemudian timbul niatannya memperoleh keuntungan, sehingga membuat grup khusus berbayar pada 2020,” beber Satake.

Baca juga :  Pecah Ban, Truk Bermuatan Pasir Terguling

Karena mendapatkan banyak uang, mereka lantas membuat tiga grup Telegram dengan anggota ratusan orang. Dan mereka telah membuat ratusan video yang disebarkan di media sosial. “Fenomena seperti ini sedang marak di dunia maya khususnya Twitter. Para penyebar konten pornografi menyebut diri mereka sebagai komunitas alter (alterian), yakni digunakan untuk mengekspresikan diri secara bebas dengan memamerkan aktivitas seksual untuk fantasi atau kepuasan, atau alasan ekonomi dengan cara menjual video,” jelasnya.

Baca juga :  Pengembang Janji Tuntaskan Pembersihkan Saluran Irigasi Tertutup Longsor

Setelah pasutri itu ditetapkan sebagai tersangka, hanya GG yang ditahan. Sementara Kadek D tidak ditahan karena alasan kooperatif dan menjaga anaknya yang masih balita. “Untuk adanya pelaku lain yang terlibat masih kami dalami,” tandasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini