Bikin Onar, Mantan Korps Marinir Jerman Dideportasi

picsart 22 08 11 15 38 56 230
DIDEPORTASI - Karena overstay tiga WNA dipulangkan ke negaranya oleh petugas Imigrasi Denpasar.

Mangupura, DENPOST.id

Mantan anggota korps marinir Jerman berinisial AA (39) dideportasi oleh petugas Imigrasi Denpasar, Rabu (10/8/2022) sekitar pukul 21.30. Turis asing itu dipulangkan ke negaranya karena membuat onar di tempatnya menginap di kawasan Sanur, Denpasar Selatan.

Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu, mengatakan, AA sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat Desa Sanur Kauh, awal Juni 2022. AA membuat onar di hotel tempatnya menginap. “Dia berkonflik dengan pihak hotel karena tidak puas dengan fasilitas di tempatnya menginap. AA juga menolak melakukan pembayaran,” katanya, Kamis (11/8/2022).

Baca juga :  Direstui Menhub, Gubenur Koster Pasang Tiga Syarat Masuk Bali

AA lantas disuruh meninggalkan hotel, namun dia menolak hingga membuat pihak hotel resah. Kemudian pihak hotel meminta bantuan polisi. “Dibantu polisi, AA dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk proses lebih lanjut,” kata Anggiat.

Saat diperiksa petugas, AA mengaku seorang jurnalis lepas atau blogger untuk biaya berwisata di Bali. Pria dengan dua kewarganegaraan, yakni Jerman dan Rusia itu datang ke Indonesia pada 23 April 2021 melalui Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan visa kunjungan yang berlaku 60 hari. Tujuannya ke Indonesia untuk berlibur di pulau Bali. Izin tinggal terakhir AA berlaku sampai 19 Juli 2022. “Walau AA berdalih perbuatannya tidak disengaja, imigrasi tetap mendeportasi AA,” pungkas Anggiat.

Baca juga :  Gubernur Koster: Bukan Menjadikan Bali Otsus

Selain AA, petugas imigrasi juga mendeportasi dua warga negara asing (WNA) lainnya. Mereka, CG (75) asal Belanda dan SA (55) asal Jerman. CG sebelumnya diamankan di Pringgarata, Lombok Tengah Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram. Lansia itu overstay selama 470 hari. Dia mengaku tidak memiliki biaya untuk memperpanjang ITAS Wisatawan Lansia karena uangnya terpakai untuk operasi usus buntu dan hernia.

Sementara SA, juga diamankan oleh Kanim Kelas I TPI Mataram karena overstay selama dua tahun dua bulan. Dia beralasan tidak mengetahui informasi bahwa dalam masa Pandemi Covid-19 pemegang VoA harus melakukan perpanjangan secara onshore di kantor Imigrasi setempat agar mendapat perpanjangan izin tinggal. (124)

Baca juga :  Oknum Kasek Itu Ternyata Juga Setubuhi Anak Didiknya yang Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini