Tamba Pastikan SDN 4 Melaya Direhab Tahun Depan

picsart 22 08 11 16 12 54 752
SIDAK - Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dan jajaran ketika melakukan sidak ke SDN 4 Melaya yang rusak.

Negara, DENPOST.id

Jengah dengan adanya informasi SDN 4 Melaya atapnya jebol dan roboh, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, melakukan sidak Kamis (11/8/2022).
Didampingi Dandim 1617 Jembrana, Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana, Tamba memastikan SDN 4 Melaya menjadi fokus prioritas untuk mendapat perbaikan fisik ditahun 2023.

Prioritas itu, kata Tamba setelah melihat langsung kondisi atap SDN 4 Melaya yang rusak parah sehingga tidak memungkinkan  digunakan sebagai ruang belajar-mengajar.
” Ini hal serius. Kondisinya rusak parah dan menjadi fokus kami untuk diperbaiki di tahun depan,” ujar Tamba.

Tamba mengaku kecewa karena tidak ada laporan yang masuk ke dirinya. Informasi itu justru pertama kali didengarnya dari pemberitaan media. Ia melihat kondisi sekolah terkesan dibiarkan sehingga makin memperburuk kondisi masing-masing kelas.
“Kalau tahu lebih awal pasti langsung ditangani, tidak sampai molor menunggu tahun anggaran. Karena seperti ini tahun anggaran 2023 pasti (diperbaiki),” katanya.

Atas kondisi yang terjadi di SD 4 Melaya, dia berharap bisa dijadikan pelajaran. Artinya, kata Tamba, semuanya mesti responsif. Cepat menyampaikan apa yang terjadi di lingkungan sekolahnya. Terutama kepada pengawas yang merupakan tupoksinya.
“Ada dua hal yang selalu saya tekankan dari dulu akan tugas pengawas. Selalu memantau dan melaporkan fasilitas serta kebersihan sekolah. Jangan takut melaporkan kepada Bupati tentang permasalahan sekolah, justru lebih tidak baik (malu) ketika Bupati tahu masalah dari media. Jangan sampai ada anggapan Pemerintah Daerah tidak menghiraukan pendidikan. Ini penting untuk generasi kita,”  tegasnya.

Baca juga :  Pelaku Balap Liar Diamankan Polisi dan Tim Satgas Covid-19

Melihat kondisi sekolah yang tidak ideal untuk pembelajaran saat ini, Tamba mengajak guru dan para orang tua murid tidak patah semangat.
Tamba juga meminta maaf kepada masyarakat yang anak-anaknya menempuh pendidikan di SDN 4 Melaya atas permasalahan terjadi.
Dari informasi Kepala SDN 4 Melaya, Siluh Putu Ekawati, dari 11 ruangan kelas termasuk ruang guru, ada 7 ruang kelas dalam satu bangunan yang rusak parah, sehingga sisa empat kelas itu dibagi untuk ruangan belajar. “Rusaknya ruang kelas terjadi sejak tahun 2018, secara bertahap satu per satu ruang kelas rusak hingga saat ini sudah ada 7 ruang kelas rusak parah dan tidak bisa digunakan. Pembelajaran dilakukan menggunakan sistem shift, kelas 1 sampai Kelas 3 pagi dan kelas 4 sampai Kelas 6 siang hari, ” ungkap Ekawati. (120)

Baca juga :  Ratusan Siswa SMPN 3 Negara Divaksin Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini