Gubernur Koster dan Ketua OJK Bentuk Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali 

kos
PIMPIN RAPAT - Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar di ruang rapat di Jayasabha, Kamis (11/8/2022). (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (11/8/2022), memimpin rapat dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar di ruang rapat di Jayasabha, yang dihadiri secara daring oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angle Tanoesoedibyo, Sekretaris Eksekutif Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Raden Pardede, dan staf ahli Menteri Keuangan. Dalam rapat ini, hadir Wakil Gubernur (Wagub ) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto, Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma, Ketua BTB IB Agung Parta Adnyana, Ketua Kadin Bali I Made Ariandi, Ketua Himpi Bali Agus Pande, dan pengurus PHRI Bali.

Gubernur Koster menyampaikan perkembangan ekonomi Bali sudah tumbuh, namun memerlukan percepatan agar dapat kembali seperti sebelum pandemi covid-19. Ketua OJK sependapat dan tidak perlu diperdebatkan kembali bahwa Bali yang belum kembali pulih. Hal utama yakni segera merumuskan langkah konkret dan komprehensif agar ekonomi Bali cepat pulih pascapandemi covid-19. Untuk merumuskan langkah-langkah tersebut, Ketua OJK mengusulkan membentuk Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali yang terdiri dari lintas kementerian/lembaga, Pemprov Bali, dan swasta. Mengingat dukungan yang diperlukan harus bersifat komprehensif, maka diperlukan pula dukungan dari unsur dunia usaha dan unsur lain dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya.

Baca juga :  Di Klungkung, ODP Terbanyak di Kecamatan Klungkung

Ekonomi Bali memerlukan perhatian khusus, mengingat struktur ekonomi yang didominasi sektor pariwisata menyebabkan pemulihannya sangat tergantung dengan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom), sehingga Bali memerlukan kebijakan khusus (spatial policy). Mengenai kebijakan khusus tersebut, Gubernur Koster mengusulkan perpanjangan program restrukturisasi kredit yang diatur dalam Peraturan OJK No.17 Tahun 2021 yang berakhir 31 Maret 2023, dan diperpanjang menjadi 30 Maret 2025. Ketua OJK akan membawa usulan tersebut dalam Rapat Dewan Komisioner OJK terkait dengan perpanjangan program restrukturisasi kredit tersebut. Ketua OJK menyampaikan pula bahwa perpanjangan program resturkturisasi kredit saja tidak cukup, namun para pengusaha sektor pariwisata dan sektor pendukung pariwisata memerlukan modal kerja untuk memulai usaha yang dua tahun tidak dioperasikan. Kebutuhan modal kerja tersebut antara lain untuk merenovasi aset-aset yang rusak dan melatih tenaga kerja yang baru atau yang sebelumnya untuk bekerja kembali dan dapat  memberikan pelayanan baik seperti sebelum pandemi covid-19.

Ketua OJK juga menyampaikan bahwa telah ada kebijakan penjaminan korporasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No.27 Tahun 2022 dan penjaminan kredit UMKM melalui Peraturan Menteri Keuangan No.28 Tahun 2022 yang belum berjalan dengan baik di Bali. Karena itu Ketua OJK akan membahas bersama  KC-PEN untuk membantu dan memfasilitasi pelaksanaannya di Bali, terutama korporasi sektor pariwisata dan UMKM, dan pendukung pariwisata, supaya memperoleh modal kerja.  Dengan kondisi perekonomian Bali yang diwarnai sektor pariwisata yang sangat tertekan, dalam  jangka pendek, kondisi Bali jelas memerlukan penanganan khusus.  Sementara itu, dalam jangka panjang, perekonomian Bali tidak dapat berkelanjutan jika terus bertumpu pada dominasi sektor pariwisata. Karenanya diperlukan proses transformasi ekonomi Bali. Langkah jangka pendek dan jangka panjang transformasi perekonomian Bali akan dirumuskan oleh Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali yang didalamnya juga terdapat tim Pemulihan Ekonomi Nasional. (kmb)

Baca juga :  Tiba di Terminal Mengwi, Ratusan Santri Didisinfeksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini