Pengiriman Satu Ton Kulit Sapi Basah Tanpa Dokumen Digagalkan

picsart 22 08 14 21 36 45 567
KULIT SAPI - Penyelundupan satu ton kulit sapi basah ke Bali, saat diamankan di Gilimanuk.

Negara, DENPOST.id

Jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, kembali menggagalkan upaya penyelundupan pengiriman kulit sapi basah tanpa dokumen ke Bali, Jumat (12/8/2022) malam.

Kapolsek Gilimanuk, Kompol I Gusti Putu Dharmanatha dikonfirmasi, Minggu (14/8/2022), membenarkan telah mengamankan kulit sapi.
Ini sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Kulit sapi tersebut, diangkut dengan mobil pikap Daihatsu Grand Max DK 8495 CP yang dikemudikan Lukman Hakim dari Banyuwangi.

Kulit sapi yang dibawa sebanyak satu ton dalam 20 plastik yang dibungkus dengan karung tanpa dilengkapi dokumen terkait Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap kejadian penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak.

Penangkapan tersebut berawal saat personel yang dinas malam di pintu masuk Bali/Pos 2 dipimpin Padal Ipda Nyoman Gede Sedana, melaksanakan kegiatan rutin pemeriksaan barang yang masuk Bali.
Pada saat dilaksanakan pemeriksaan barang terhadap mobil pikap Daihatsu DK 8495 CP yang dikemudikan Lukman Hakim, dengan pemilik kulit sapi Nyoman Surat.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Bujuk Pasien Pindah ke Isoter

Pada saat dilakukan pemeriksaan barang muatan, barang tertutup terpal warna biru berisikan kulit sapi basah yang dibungkus plastik dan karung tanpa menyertakan atau dilengkapi dengan surat kesehatan daerah asal (veteriner) dan sertifikat kesehatan karantina.

Dari keterangan Nyoman Surat, barang berupa 1 ton kulit sapi basah yang dibeli dari tempat jagal/pemotongan hewan sapi di daerah Banyuwangi, untuk tujuan ke Sesetan, Denpasar. Dalam pengangkutan kulit sapi basah ini, tidak dilengkapi surat kesehatan daerah asal (veteriner) dan sertifikat kesehatan karantina.

Baca juga :  Gugus Tugas Jembrana Tangani Pemakaman Jenazah Covid-19, Begini Caranya

Surat mengaku baru pertama kali melakukan kegiatan mengirim kulit sapi, karena permintaan/pesanan dari usaha kerupuk rambak di daerah Sesetan Denpasar. Dia mengaku terburu-buru, sehingga tidak sempat mengurus surat-surat.

Setelah dibuatkan berita acara penolakan oleh Karantina Gilimanuk, kulit sapi itu dikembalikan ke Ketapang/ Jawa pada, Sabtu (13/8/2022), dengan menaiki kapal KMP Karya Maritim II di Dermaga LCM. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini