Perempuan-perempuan Berparas Cantik Jadi Pemilah Sampah di TPST TPA Peh

picsart 22 08 15 20 44 13 200
PILAH SAMPAH - Para pemilah sampah di TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, yang sebagian besar perempuan muda yang berparas cantik.

Negara, DENPOST.id

Berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir
(TPA) sampah di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, cukup mengasyikkan di tengah kampanye upaya memerangi sampah. Kini, banyak yang berubah di TPA Peh.

Meski gunungan sampah masih ada dan dicarikan solusinya, namun kini petugas di TPA tetap berusaha maksimal untuk menjaga agar terkelola dengan baik. Jika para pemilah sampah di gunungan sampah adalah warga penyanding yang sebagian besar sudah lansia, namun kondisi berbeda di TPST (tempat pengolahan sampah terpadu).

Baca juga :  Ungkap Penggelapan Mobil, Polsek Sukawati Bekuk Pemalsu Surat Negara

Dari pengamatan di TPST TPA Peh, Sabtu (13/8/2022), para pemilah sampah hampir semuanya wanita muda. Bahkan banyak perempuan-perempuan berparas cantik yang bekerja memilah sampah. Mereka sangat akrab dengan tumpukan sampah yang berjalan di mesin penggerak/berjalan. Mereka sudah terbiasa dengan bau menyengat yang keluar dari tumpukan sampah dan bahkan di antaranya ada yang terbiasa tidak memakai masker.

“Kami sudah biasa. Bahkan kadang-kadang pakai masker jadi pengap. Sesekali saya lepas,” kata salah seorang pemilah sampah.

Baca juga :  Delegasi GPDRR Terpukau Panorama Uluwatu

Namun kesehatan katanya tetap dijaga dengan baik. Setelah selesai bekerja tetap membersihkan diri dan mencuci tangan sampai bersih.

Pengelola TPST, I Putu Agus Adnyana mengatakan pihaknya berupaya maksimal dalam memilah sampah bersama dengan para tenaga yang sudah siaga di sebelah mesin. Dikatakan dia, untuk biaya operasional di TPST setiap bulannya Rp300 juta. Itu ditutupi dengan iuran setiap bulannya yang mencapai sekitar 60 persen dari hasil penjualan material 20 sampai 30 persen. Kemudian selebihnya dibantu dengan subsidi. “Jadi sebelum masuk TPA kita kelola dulu,” jelasnya.

Baca juga :  Mobil Wisatawan Tabrak Median Jalan di Gilimanuk

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, Dewa Gede Ary Chandra Wisnawa juga mengakui berkurangnya volume sampah yang kini dikelola TPA Peh. Ia berharap melalui sinergi dengan program Stop bisa lebih banyak lagi sampah yang dapat dipilah di TPST terlebih dahulu, sehingga residu yang diolah di TPA Peh dapat berkurang. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini