Ngaben Kinembulan Desa Adat Kusamba, 48 Patulangan Diarak Sepanjang 1,5 Km

picsart 22 08 19 08 47 41 237
PETULANGAN - Petulangan sawa yang akan diarak menuju setra serangkaian Ngaben Kinembulan Desa Adat Kusamba, Jumat (19/8/2022).

Klungkung, DENPOST.id

Jumat (19/8/2022), Desa Adat Kusamba, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung melaksanakan upacara ngaben kinembulan atau ngaben secara bergotong-royong. Sebanyak 48 patulangan atau sejenis sarkofagus berbentuk binatang dan sejenisnya diarak oleh krama desa sepanjang 1,5 km dari depan pasar Kusamba menuju setra Desa Adat Kusamba. Seluruh patulangan akan menjadi tempat pembakaran 185 sawa.

Bendesa Desa Adat Kusamba, AA Gede Raka Swastika, mengatakan, upacara ngaben kinembulan ini bertajuk “Karya Pitra Yadnya Kinembulan, Ngeroras, lan Nuntun” dan merupakan program rutin lima tahunan. Seyogyanya upacara ini dilaksanakan tahun 2020 lalu, namun karena pandemi Covid-19, tertunda dua tahun. Penundaan dua tahun itu berdampak pada membeludaknya jumlah peserta. Tercatat ada 185 sawa ngaben yang diupacarai dan 69 sawa ngerapuh/ngelungah. Ini merupakan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan ngaben kinembulan di Desa Adat Kusamba.

Baca juga :  Puluhan Anggota Kodim 1610 Klungkung Dites Urine

“Dengan keikhlasan dan kesungguhan krama pamilet serta dukungan kekompakan krama desa, segala kebutuhan upacara dan upakara bisa dituntaskan dan rangkaian upacara sejak Juli lalu juga berjalan lancar. Semoga hingga akhir upacara nyegara gunung lan nuntun juga tetap lancar dan sukses,” harap Raka Swastika.

Ketua Umum Prawartaka, I Nengah Sumarnaya, menjelaskan, selain 185 sawa ngaben dan 69 ngerapuh/ngelungah, juga terdapat 32 peserta yang melaksanakan upacara ngeroras saja, dan 9 peserta melaksanakan upacara nuntun saja. Biaya ngaben ditanggung bersama-sama atau kakembulin oleh para pamilet. Peserta ngaben, ngeroras, dan nuntun dikenai biaya Rp 7 juta, peserta ngeroras dan nuntun membayar Rp 5,5 juta, peserta ngeroras saja dikenai Rp 2 juta, peserta ngeroras dan nuntun Rp 3,5 juta, peserta nuntun saja Rp 1 juta, serta peserta ngerapuh/ngelungah Rp 1 juta.

Baca juga :  Curi Belasan Accu, Pelajar Asal Nusa Penida Ditangkap

“Selain itu, sebagai cermin pasikian pasidhikaran di desa adat, seluruh krama desa adat dikenai urunan Rp 100.000,” beber Sumarnaya.

Ketua I Prawartaka, AA Gede Sarwa Damana, menjelaskan, upacara pitra yadnya kali ini mengambil tingkatan sawa prateka dengan sarana upakara dan upacara yang lengkap, seperti tetukon, sekah, pangawak dan sarana upakara lainnya serta mendirikan bale rompok. Rangkaian upacaranya pun lengkap, mulai dari ngulapin pada 13 Agustus 2022, ngebet pada 16 Agustus 2022, lalu upacara ngaskara, mabersih, dan narpana pada 17 Agustus 2022.

Baca juga :  Kertha Gosa Disemprot Disinfektan, Bupati Suwirta Minta Warga Tidak Panik

Upacara ngeroras dilaksanakan pada 31 Agustus 2022 mendatang di jaba sisi Pura Segara Desa Adat Kusamba. Sementara upacara nyegara gunung dan nuntun dilaksanakan pada 3 September 2022. Puncak upacara ngaben dan ngeroras di-puput Ida Pedanda Gede Putra Tembau dari Gria Aan, Klungkung dan Ida Pedanda Gede Wayan Darma.

Salah seorang peserta ngaben kinembulan, Dewa Gede Sena, menyambut positif program Desa Adat Kusamba itu. Dengan program ini tak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin dalam melaksanakan upacara ngaben, ngeroras, dan nuntun. Selain itu, budaya gotong-royong di antara krama tetap bisa dipertahankan, kata mantan Wakil Bupati Klungkung itu. (111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini