Pedagang Bakso Nyambi Jual Pil Koplo 

20220819 151259

Padangsambian, DENPOST.id

Demi mendapatkan penghasilan tambahan, pasangan suami istri (pasutri), Hadi (36) dan Laili Jamila (39) nekat mengedarkan pil koplo. Tersangka yang juga merupakan pedagang bakso itu menjual obat yang termasuk golongan G itu ke para buruh dan karyawan serabutan di seputaran Jalan Kebo Iwa, Padangsambian, Denpasar Barat.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Made Hendra Agustina mengatakan, suami istri yang kos di Jalan Indrajaya Gang Dayu, Denpasar Barat itu ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat. “Kami mendapatkan informasi adanya peredaran pil koplo di wilayah Jalan Kebo Iwa. Anggota kami lantas melakukan penyelidikan,” kata perwira polisi kelahiran Gianyar ini, Jumat (19/8).

Baca juga :  Pancing Pembeli, Harga Kuliner di PKB Tak Lagi Mahal

Kemudian pada Kamis (18/8), tersangka Hadi ditangkap saat berjualan di Jalan Kebo Iwa Gang Danau Tawar. Selanjutnya petugas menggeledah kamar kos tersangka di Jalan Indrajaya. “Di lokasi kedua (kos tersangka) juga diamankan istri tersangka bernama Laili. Selain itu juga diamankan 2.500 pil koplo logo Y,” kata Hendra.

Setelah diinterogasi petugas, tersangka Hadi dan Laili mengaku bersama-sama menjual ribuan pil koplo ke para pelanggannya yang merupakan pekerja serabutan dan buruh proyek. “Mereka berdua mengaku sudah setahun menjual pil koplo. Mereka membeli pil koplo dari seseorang berinisial Texas di Banyuwangi,” beber Hendra.

Baca juga :  Berjualan Sembarangan, Dua PKL Didenda Rp100 Ribu

Untuk 1000 butir tersangka beli seharga Rp 1.800.000. Selanjutnya dijual Rp 30.000 untuk satu paket yang berisi 10 tablet. “Kedua tersangka mengaku mengedarkan pil koplo untuk membayar sekolah anak dan membiayai kehidupan sehari-hari,” tegasnya. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 197 UU 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini