Gubernur Koster Harapkan Turis Tiongkok Segera ke Bali

kosterku
PERKENALKAN ARAK BALI - Gubernur Bali Wayan Koster memperkenalkan arak bali saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Deng Xijun di Jayasabha, Denpasar, Jumat (19/8/2022) pagi. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Tiongkok untuk negara-negara ASEAN, H.E. Deng Xijun, di Jayasabha, Denpasar, Jumat (19/8/2022) pagi. Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut menjelaskan kondisi penanganan pandemi covid-19 di Bali yang sangat baik. Dengan demikian, kondisi Bali sangat aman untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara (wisman).

“Kami akan menunggu kedatangan kembali wisatawan asal Tiongkok yang sebelum pandemi merupakan salah satu negara asal wisatawan terbanyak ke Bali. Saya mohon yang mulia Dubes bisa mendorong pemerintah Tiongkok untuk mengizinkan warganya ke Bali,” tegas  Gubernur tamatan ITB ini.

Menurut dia, setiap tahun sebelum pandemi, hampir 1,2 juta turis Tiongkok mengunjungi Bali. Bila itu kembali terjadi pascapandemi, tentu memberikan dampak besar bagi pemulihan pariwisata dan ekonomi Pulau Dewata. Sehubungan dengan itu, Gubernur Koster menyebutkan bahwa saat ini Bali gencar menjaga alamnya agar tetap lestari, harmonis, dan survive, di era global. “Kami juga gencar membangun infrastruktur, menghubungkan sentra-sentra ekonomi, mendorong kemandirian energi melalui energi bersih dari hulu sampai hilir hingga penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai,” terang Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini.

Selain itu Bali terus berupaya menggalakkan pemanfaatan produk-produk lokal yang menjadi sumber kehidupan dan perekonomian warga Bali. Produk lokal yang dihasilkan Bali yakni beras bali, salak, jeruk, sayuran hingga arak tradisional Bali. Menurut Gubernur Bali Wayan Koster, semuanya merupakan bagian dari transformasi ekonomi yang dijalankan untuk menyeimbangkan sentra perekonomian dan mengurangi ketergantungan Bali pada sektor pariwisata.

Baca juga :  Dishub Lakukan Penyesuaian dan Evaluasi PKM Tiap Hari

Gubernur yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini menyebutkan hubungan antara Bali dengan Tiongkok ke depan semakin akrab dengan hadirnya kolaborasi dua perguruan tinggi ternama dunia yang membangun kampus teknologi di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar yakni Massachusetts Institute of Technology  (MIT) dan Tsinghua University. Tsinghua University merupakan perguruan tinggi yang terletak di Kota Beijing. Dalam QS World University Rankings 2022, universitas ini menempati peringkat ke-17. Sedangkan MIT adalah kampus teknologi di Amerika Serikat (AS) yang ada di posisi nomor satu perguruan tinggi terbaik dunia. Koster yakin akan semakin banyak putra-putri terbaik Bali yang kuliah ke sana. Peresmian kampus tersebut diharapkan dihadiri presiden kedua negara bersamaan dengan rangkaian even KTT G20 pada November mendatang di Bali.

Dalam pertemuan yang juga merupakan kunjungan pertama Dubes Xijun ke Pulau Dewata tersebut mengatakan bahwa dia mengucapkan selamat atas dipilihnya Bali sebagai venue utama KTT G20. “Saya ucapkan selamat, dimana pemimpin-pemimpin dunia termasuk Presiden (Tiongkok) Xi Jinping akan hadir ke Bali,” tegas Dubes Xijun.

Baca juga :  Suwirta Masih Diklaim Sebagai Kader Gerindra

 

Dia juga menyampaikan bahwa Bali punya peran yang sangat penting dalam meningkatkan kerjasama Tiongkok dengan negara-negara ASEAN, terutama Indonesia. Hubungan yang terjalin ini mesti dijaga dengan baik, dengan perasaan senasib-sepenanggungan. Xijun juga memuji Bali sebagai daerah yang sangat mengesankan sehingga tak mengherankan menjadi destinasi favorit bagi turis Tiongkok untuk berwisata, terlebih sebelum masa pandemi Covid-19. “Saya sendiri percaya seiring dengan waktu dan pemulihan, maka wisatawan Tiongkok akan kembali datang ke Bali, bahkan lebih banyak. Saya juga mengucapkan selamat atas penanganan dan pemulihan pascapandemi yang saya anggap luar biasa, sehingga sekarang kondisi kondusif,” tandasnya.

Dubes Kelahiran Wuxi, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, ini berharap kerjasama di berbagai bidang terus diperdalam dengan Indonesia, termasuk Bali, dan negara-negara ASEAN secara umum. Terlebih dalam kunjungan kehormatan Presiden Joko Widodo ke Tiongkok beberapa waktu lalu, dicapai berbagai kesepakatan kerjasama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Kedua belah pihak sepakat membangun kemitraan yang lebih komprehensif. “Saya juga setuju dengan transformasi perekonomian Bali agar tidak selalu bergantung pada pariwisata yang bisa saja sewaktu-waktu berhenti akibat bencana (alam dan non-alam),” tegas Dubes Xijun.

Baca juga :  "Gema Tridatu" Pulihkan Perekonomian di Tengah Pandemi

Dalam kesempatan itu Gubernur Koster mengajak Deng Xijun untuk menikmati kopi bali dengan campuran arak bali. Gubernur menjelaskan bahwa arak bali merupakan minuman tradisional Bali yang sangat bermanfaat untuk kehangatan tubuh, serta rasanya tidak kalah saing dengan minuman lain seperti sake Jepang dan soju Korea. Arak bali diakui Gubernur Koster merupakan sumber perekonomian rakyat yang sempat dilarang beredar dan kini berkembang dengan memberikan perlindungan serta pemberdayaan lewat Pergub Bali No.1 Tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali.

Gubernur Koster kemudian menghadiahkan cenderamata berupa kain tradisional endek bali serta minuman arak bali yang dikemas dengan baik serta memperoleh izin untuk ekspor. Hadir pula dalam pertemuan ini Konsul Jenderal (Konjen) Tiongkok di Denpasar Zhu Xinglong serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra. (kmb/dp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini