Meninggal Dunia, Dua Korban Kompor Mayat 

kompor
DITITIP DI RS - Warga menaikkan jenazah korban ledakan kompor mayat, I Kadek Gian Pramana Putra, dari RS Prof.Ngoerah, Sanglah Denpasar, untuk dititipkan di kamar jenazah RSUD Sanjiwani, Gianyar, Minggu (21/8/2022). (DenPost.id/ist)

Gianyar, DenPost.id

Dua korban akibat meledaknya kompor pembakaran mayat (kompor mayat) dalam upacara ngaben massal di kuburan Banjar Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Jumat  (19/8) lalu, meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Prof Ngoerah (dulu RSUP Sanglah), Denpasar.

Korban yang meninggal dunia itu yakni Bagus Oscar Horizon (34), warga Pejeng, Tampaksiring; dan I Kadek Gian Pramana Putra (15), warga Banjar Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh.

Bagus Oscar menderita luka bakar mencapai 98 persen dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (20/8/2022) sore.  Sedangkan Kadek Dian Pramana Putra menderita luka bakar 90 persen. Anak baru gede (ABG) ini meninggal dunia pada Minggu (21/8/2022).

Informasi dikumpulkan DenPost.id, Sepanjang perawatan di RS, Bagus Oscar Horizon, yang petugas kompor mayat ini, merintih sakit akibat kepanasan. “Korban sudah bisa bilang sakit dan panas karena luka bakar, padahal di ruang perawatan ada AC besar. Saya pun merasa kedinginan” kata kakek korban, I Nyoman Regig, ketika mempersiapkan upacara di rumah duka di Banjar Intaran, Desa Pejeng, Tampaksiring.

Baca juga :  Wujudkan Ubud Zona Hijau, Polres Gianyar Semprotkan Disinfektan

Mengenai prosesi selanjutnya, pihak keluarga menyebutkan jenazah Bagus Oscar Horizon rencananya dikremasi di Pundukdawa, Klungkung. Hal ini dilakukan karena di desa adat setempat bakal melangsungkan upacara di Pura Kebo Edan. Pihak keluarga almarhum juga sedang mempersiapkan upacara macaru dan mapegat. “Kesepakatan pihak keluarga, jenazah Oscar Horizon akan dikremasi,” kata salah seorang anggota keluarga korban.

Bagus Oscar meninggalkan seorang  istri dan seorang anak yang masih berusia 2 tahun. Selain sebagai petugas kompor mayat saat waktu-waktu tertentu, Bagus Oscar juga salah satu petugas teknisi di perusahaan telekomunikasi.

Baca juga :  Uji Coba Buka DTW, Bali Safari Park Beroperasi Kembali

Menurut pihak keluarga, musibah ini seperti mengulang cerita tahun lalu. Bagus Oscar ditinggal sang ayah karena  kecelakaan saat bertugas sebagai tentara di Flores. Saat itu Oscar Horizon baru berumur 1 tahun. Atas kejadian ini pihak keluarga mengikhlaskan kepergian Oscar Horizon sebagai musibah. (yul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini