Optimalisasi Pajak Daerah, Bangli Luncurkan PHR Online

picsart 22 08 22 17 24 19 482
PHR - Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar, meluncurkan PHR online. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Berbagai kebijakan ditelurkan
Pemerintah Kabupaten Bangli dalam mengoptimalisasikan pajak daerah. Terlebih untuk mengatasi oknum-oknum pengusaha yang berusaha mencari celah untuk mengemplang pajak. Salah satunya dengan meluncurkan PHR (Pajak Hotel Restoran) Online, di Alun-alun Kabupaten Bangli, Minggu (21/8/2022) malam.
Peluncuran yang juga dibarengi dengan konser musik ini juga bagian dari rangkaian resepsi peringatan HUT ke -77 RI.

Malam resepsi tersebut dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta; Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar; Sekda Bangli, Ida Bagus Gde Giri Putra dan pimpinan Forkompinda Kabupaten Bangli. Hadir pula Wakil DPRD Komang Carles beserta anggota DPRD Bangli, Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, camat se-Kabupaten Bangli serta undangan lainnya.

Bupati Bangli mengatakan, dalam upaya transparansi dan peningkatan PHR di Kabupaten Bangli, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan berupa pemasangan tapping server dan web service bagi para wajib pajak hotel dan restoran di Kabupaten Bangli. Adapun tujuan dari kebijakan tersebut adalah menindaklanjuti program pusat untuk mengurangi ketergantungan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat melalui optimalisasi Peningkatan Asli Daerah (PAD), tindak lanjut monitoring dari KPK ke pemerintah daerah setiap triwulan di 8 area salah satu di antaranya optimalisasi pajak daerah.

Lebih lanjut dijelaskan, alat yang dipasang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wajib pajak, sehingga alat ini merekam semua data transaksi dan bisa diterima data real time. “Web service bagi wajib pajak yang aplikasi data base di-cloud datanya diterima per hari setelah clossing tidak real time, akan tetapi web service ini akan di update dalam waktu cepat dengan aplikasi robot yang nantinya bisa diterima real time,” bebernya.

Baca juga :  Ketat, Peserta Pengundian Nomor Urut Paslon Dibatasi

Sedana Arta juga menyebutkan, beberapa indikasi yang dapat dianalisis oleh Tim IT Pemda dan Tim IT Globalindo adalah, masih adanya oknum wajib pajak yang diduga bermain-main dengan aplikasi yang diterapkan oleh Pemda. “Semua masih dalam proses identifikasi dan analisis tim IT. Masih ada oknum wajib pajak yang masih mencoba mempergunakan proses transaksi manual. Saya mengingatkan untuk segera diupdate di masing-masing resto sehingga tidak ada transaksi yang lolos dari pajak,” titahnya.

Baca juga :  Ford Escape Terguling Setelah Mengalami Ini

Dia juga membeberkan soal kebijakan yang sifatnya represif terhadap wajib pajak yang diduga ada ketidaksesuaian antara realita di lapangan dengan pajak yang dibayarkan. Karenanya dibuat tim pemeriksa pajak yang melibatkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi selaku pemeriksa pajak, di samping pemeriksa pajak Pemda yang saat ini sedang bimtek di Yogyakarta. Seperti, BPK dan BPKP, KPP Pratama, Pemeriksa Pajak dari Kanwil DJP Wilayah Bali, Tipikor Polres, Jaksa dari Kejaksaan Negeri Bangli, Tim IT Pemda dan Globalindo. Tim ini memiliki tugas dan fungsi pemeriksaan / audit terhadap wajib pajak yang sekiranya patut diduga ada ketidaksesuaian antara realita dengan pajak yang disetorkan ke Pemda secara acak/ random.

Baca juga :  Pascaditutup, Pendapatan Pasar Hewan Kayuambua Turun Puluhan Juta Rupiah

Ditambahkannya, pemasangan alat ini baru sebatas uji cona selama empat bulan. Untuk melihat tingkat akurasi alat ini bekeja dengan maksimal atau tidak dan ketika alat ini bagus dan maksimal, alat ini akan dipasang di seluruh wajib pajak hotel restoran di Kabupaten Bangli secara bertahap sesuai kemampuan keuangam daerah. “Tetap akan dilakukan evaluasi dan pemantauan pada semua wajib pajak secara rutin dan berkala terhadap kebijakan ini,” pungkasnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini