Sebulan, Omzet Judi Online Slot Bermarkas di Kuta Capai Rp 1,3 M

picsart 22 08 24 15 16 44 300
DIAMANKAN - Kapolresta Denpasar, Kombes Bambang Yugo Pamungkas saat menunjukkan para tersangka judi online slot.

Padangsambian, DENPOST.id

Kasus judi online slot yang digerebek polisi di penginapan Pondok Indah, Jalan Campuhan I, Dewi Sri, Kuta, Badung, terungkap memiliki omzet miliran rupiah per bulan. Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar menangkap 9 orang tersangka yang bertugas sebagai operator judi online. Sementara bandarnya berasal dari Philipina.

Kapolresta Denpasar, Kombes Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki member judi online yang dikelola oleh komplotan tersebut. “Namun dari hasil pemeriksaan barang bukti berupa komputer dan lainnya, para member berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara lainnya,” katanya, Rabu (24/8/2022).

Menurut Bambang, saat dilakukan penggerebekan di penginapan Pondok Indah, Jalan Campuhan I, Dewi Sri, Kuta, Kamis (17/8/2022), 9 orang tersangka terdiri dari tujuh laki-laki dan dua perempuan diamankan. “Para tersangka berasal dari luar Bali. Yaitu Pulau Jawa dan Sumatra,” bebernya.

Mereka memiliki tugas masing-masing sebagai penyedia jasa permainan judi slot pada situs www.ptwd4d.com dan www.pt98bet.net yang servernya berpusat di Philipina. Yaitu JS (30), AF (26), dan seoranh perempuan EN (22) bertugas sebagai digital marketing. “Tugas ketiga tersangka ini di antaranya promosi iklan berisi link judi di sosial media, bikin link alternatif website ketika diblokir Kominfo, dan follow up member lama,” paparnya didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat.

Baca juga :  Di Badung, Satu WNI Positif Covid-19

Berikutnya, lima orang bertugas sebagai operator, yaitu DA (20), MR (20), ARI (20), dan perempuan FA (23), serta AS (34) selaku leader operator. Mereka ini mengoperasikan website www.pt98bet.com) dan www.ptwd4d.com selama 24 jam, menerima deposit dari member dan memasukkan koin ke akun member sesuai jumlah deposit, memproses kemenangan member (withdraw) ke rekening, serta membalas sekaligus menangani keluhan member via WhatsApp.

Baca juga :  Bobol Rumah Kosong, Kaki Residivis Ditembak

Terakhir, inisial AS (26) sebagai bendahara yang bertugas membuat laporan keuangan, melakukan penyetoran harian dengan cara transfer ke rekening penampung dana, serta penampung dana untuk membayar gaji karyawan. “Para pelaku ini mendapat gaji bervariatif, mulai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta sebulan. Pendapatan ini mereka dapatkan dari komisi,” ungkapnya.

Bambang mengatakan, judi slot ini dahulunya beroperasi di Philipina tahun 2012 kemudian pindah ke Bali awal Juli 2022 menyewa tempat di Kuta hingga dilakukan penggerebekan pada Agustus lalu. “Hasil pemeriksaan, omzet yang didapat selama beroperasi dari Juli sampai Agustus mencapai Rp 1,3 miliar dengan jumlah member 14.800,” sebutnya.

Baca juga :   Edarkan SS Senilai Ratusan Juta Rupiah,  Siswa SMA Dibekuk Polres Badung

Hanya saja, polisi belum melakukan penyitaan barang bukti berupa uang. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak perbankan karena transaksi judi slot ini melalui transfer rekening,” katanya.

Para tersangka dijerat Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 KUHP yang bunyinya, Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp satu miliar. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini