Bandar Judi Slot Online Belum Ditangkap, Uang Pun Belum Disita

picsart 22 08 25 14 25 55 264
JUDI ONLINE - Kapolresta Denpasar, Kombes Bambang Yugo Pamungkas M, saat menunjukkan komputer judi slot online.

Padangsambian, DENPOST.id

Pengungkapan kasus judi slot online yang dilakukan Polresta Denpasar di Jalan Campuhan I, Dewi Sri, Kuta, Badung, penuh kejanggalan. Pasalnya, selain tidak berhasil menyita barang bukti uang hasil judi, sang bandar pun lolos dari kejaran polisi.

Markas judi slot online di Penginapan Pondok Indah itu disebut polisi telah beroperasi sejak Juli 2022. Hampir sebulan melakukan perjudian dengan omzet miliaran rupiah, namun kasus tersebut baru terungkap setelah mencuatnya kasus pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Irjen Ferdi Sambo.

Baca juga :  Wakili Bali di Kompetisi Soeratin U15, Gubernur Koster Apresiasi PS Putra Angkasa, Kapal

Sebelumnya Kapolresta Denpasar, Kombes Bambang Yugo Pamungkas, mengakui pihaknya masih mendalami keterangan 9 orang tersangka yang ditangkap di Penginapan Pondok Indah, markas judi slot online. “Bandarnya masih lidik. Servernya diduga berada di Philipina,” katanya, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, kasus judi slot online yang digerebek polisi di penginapan Pondok Indah, Jalan Campuhan I, Dewi Sri, Kuta, Badung, terungkap memiliki omzet miliran rupiah per bulan. Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar menangkap 9 orang tersangka yang bertugas sebagai operator judi online. Sementara bandarnya berasal dari Philipina.

Baca juga :  Bali Siapkan Layanan Uji Usap Penuh Hari

Bambang mengatakan, judi slot ini dahulunya beroperasi di Philipina tahun 2012 kemudian pindah ke Bali awal Juli 2022 menyewa tempat di Kuta hingga dilakukan penggerebekan pada Agustus lalu. “Hasil pemeriksaan, omzet yang didapat selama beroperasi dari Juli sampai Agustus mencapai Rp 1,3 miliar dengan jumlah member 14.800,” sebutnya.

Hanya saja, polisi belum melakukan penyitaan barang bukti berupa uang. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak perbankan karena transaksi judi slot ini melalui transfer rekening,” katanya. Polisi dikatakan hanya menyita barang bukti berupa lima unit laptop, delapan CPU, 16 monitor PC, 12 handphone, serta dua router WiFi. (124)

Baca juga :  Diduga Curi iPhone di Toilet Bandara, Oknum Wartawan Ditangkap

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini