Pascaditutup, Pendapatan Pasar Hewan Kayuambua Turun Puluhan Juta Rupiah

picsart 22 08 25 15 47 38 336
PMK - Aktivitas di Pasar Hewan Kayuambua, Susut, Bangli sebelum PMK merebak. DENPOST.id/dok

Bangli, DENPOST.id

Sejalan masih merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi, Pasar Hewan Kayuambua di Susut, Bangli, hingga kini masih ditutup. Penutupan ini sudah dilakukan sehak 5 Juli 2022. Dampaknya, puluhan juta rupiah pendapatan dari pasar hewan tersebut hilang sejak dua bulan ini.

Humas Satgas Penanggulangan PMK Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Kamis (25/8/2022) menyebutkan, sampai saat ini pasar belum dibuka karena masih menunggu rekomendasi dari Satgas Provinsi Bali. “Sesuai arahan yang diterima Satgas Kabupaten Bangli, pasar hewan akan dibuka setelah ada rekomendasi dari Satgas Provinsi Bali. Tentunya, sebelumnya akan diadakan validasi data perkembangan PMK terlebih dahulu di Bangli,” jelasnya.

Baca juga :  Dewan Bangli Godok Permohonan Hibah Lahan Puskesmas Sidembunut

Diakui Dirgayusa, memang pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi Pasar Hewan Kayuambua selama hampir dua bulan terakhir hilang. Kata dia, mengacu data yang diterima dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, diestimasi pendapatan yang hilang dari penutupan pasar hewan Kayuambua sejak 5 Juli sampai menjelang akhir bulan Agustus sekitar Rp 33.320.000.

Secara rinci dijelaskan, bulan Juli diperkirakan ada 9 kali pasaran. Di mana dalam sekali pasaran (tiap tiga hari sekali) rata-rata penerimaan daerah yang hilang dari Pasar Hewan Kayuambua mencapai Rp 1.960.000. Sedangkan pada bulan Agustus sampai tanggal 22, ada 8 kali pasaran. “Jadi total dari 5 Juli sampai bulan Agustus ada 17 kali pasaran dengan perkiraan jumlah penerimaan mencapai Rp 33.320.000,” bebernya.

Baca juga :  100 Warga Miskin di Klungkung Dilatih Hidroponik

Selain kerugian yang dialami daerah, kata Dirgayusa, masyarakat juga cukup banyak mengalami kerugian. Sebab, harga jual ternak milik warga yang terpapar PMK menjadi jeblok. Untuk tafsiran kerugian di masyarakat juga cukup banyak. Karena ada pengurangan harga terhadap pembelian sapi di delapan kasus yang terpapar PMK untuk dilakukan pemotongan.

Tindak lanjut dari itu, pihaknya sampai saat ini masih terus menggencarkan vaksinasi PMK di kabupaten Bangli. Di mana, vaksin dosis I telah menyasar sebanyak 22.172 ekor sapi dan vaksin dosis 2 sebanyak 6.699 ekor sapi. (128)

Baca juga :  TPID Bangli dan Lombok Barat Teken MoU, Sepakati Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini