Pemerintah Fokus Tangani PMK, Kasus Rabies Justru Melandai

rabies 1
VAKSINASI ANJING - Vaksinasi anjing belakangan ini semakin ditingkatkan menyusul merebaknya kasus rabies di wilayah Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Saat ini Dinas Pertanian dan Pangan bersama tim satgas sedang fokus melakukan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sementara untuk penanganan rabies dilaksanakan secara emergensi atau kedaruratan jika terjadi kasus serta antisipasi zona merah. “Jika ada kasus kita segera tangani. Untuk saat ini tim masih fokus di PMK,” kata Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Wayan Widarsa, Kamis (25/8/2022).

Baca juga :  Tertibkan Balapan Liar, Polisi Amankan Satu Sepeda Motor

Dikatakannya, di tengah maraknya kasus PMK,  saat ini kasus rabies justru melandai. Bahkan bulan Agustus tidak ada kasus. “Kemarin April dan Mei yang parah. Dari Januari sampai sekarang ada 165 kasus. Memang 3 besar di Bali, namun kita berusaha juga melakukan penanganan maksimal,” jelasnya.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, sebelumnya mengatakan, yang terpenting adalah sosialisasi terhadap bahaya rabies harus dilaksanakan dari tingkat terbawah dan perlu adanya sosialisasi melalui media sosial.
Dia juga menilai perlu keterlibatan juru arah, kelian adat dan kelian dinas serta kepala desa dan bendesa adat termasuk para camat.
Tamba menekankan, penyakit rabies merupakan jenis penyakit yang tidak secara langsung menampakan gejalanya. “Ini klasifikasi penyakit yang sifatnya saat langsung digigit tidak seketika itu meninggal, walaupun ada masa inkubasi bisa satu sampai tiga bulan. Ini hal-hal yang perlu kita cermati. Khusus untuk penyakit-penyakit yang seperti ini (rabies) harus terus dimonitor, menjadi catatan khususnya untuk terus dikunjungi dan dipantau, ini terobosan-terobosan yang kita lakukan untuk Kabupaten Jembrana,” tandasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini