Barang-barang Berharga Raib, Agung Mirah Diduga Kuat Dirampok

lacak
RUMAH DUKA - Sejumlah kerabat berdatangan ke rumah duka I Gusti Agung Mirah Lestari di Banjar Tengah, Buduk, Mengwi, Badung untuk menyampaikan belasungkawa. (DenPost.id/ist)

Kereneng, DenPost.id

Aparat gabungan Ditreskrimum Polda Bali bersama Satreskrim Polres Jembrana terus memburu pembunuh tenaga outsorching di BPD Bali Cabang Gianyar, I Gusti Agung Mirah Lestari (42). Hasil pemeriksaan polisi, korban diduga dihabisi di lokasi lain dan jenazahnya lalu dibuang di Hutan Klatakan di Jalan Raya Denpasar-Gimanuk, Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Jembrana.

Informasi yang dihimpun DenPost.id, Jumat (26/8/2022), polisi menduga Agung Mirah dianiaya, lalu dibunuh di wilayah Denpasar. Setelah meninggal dunia, jenazahnya dibawa ke lokasi pembuangan di got Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, di Banjar Sumbersari, Melaya. “Kuat dugaan motif pembunuhan korban yakni perampokan, sebab barang-barang berharga korban hilang, termasuk dompet dan mobil. Pembunuh sempat membuang HP korban di Tabanan agar tak terlacak polisi,” kata sumber polisi.

Kini aparat gabungan memburu pembunuh ke luar Bali yakni Pulau Jawa. Hal itu karena, sesuai hasil pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk, mobil korban telah diseberangkan menuju Jawa pada Minggu (21/8) malam lalu.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Surawan enggan berspekulasi terkait motif kematian Agung Mirah. “Kami masih melakukan penyelidikan, dan memburu pelaku,” tegasnya.

Baca juga :  Uji Swab Ditarget 3.000 Sehari

Sementara itu, jenazah Agung Mirah rencananya dikremasi di krematorium Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Badung, pada Minggu (28/8) besok. Hal tersebut dikatakan oleh kakak kandung almarhumah, I Gusti Agung Maruti. Pihak keluarga berharap polisi segera menangkap pembunuh korban. Atas kepergian korban, pihak keluarga mengaku ikhlas. “Adik saya menjadi korban perampokan, sebab mobil, dompet, kalung, gelang, cincin, dan satu HP-nya hilang,” tegas Agung Maruti.

Korban meninggalkan dua anak. Kepergian Agung Mirah untuk selama-lamanya tentu membuat seluruh anggota keluarga kehilangan. Selama hidupnya, korban dikenal baik, jarang mau tahu urusan orang lain dan tidak punya musuh. “Dia sangat sayang kepada anak-anaknya. Saat ini kami melakukan persiapan upacara pengabenan,” tandas Agung Maruti.

Baca juga :  Tak Urusi DID, Eka Wiryastuti Sebut Ada Konspirasi

Sebelumnya DenPost memberitakan bahwa berdasarkan hasil otopsi forensik RSUP Prof.Ngoerah, Sanglah, Denpasar, terdapat dua luka yang menjadi penyebab kematian wanita asal Banjar Tengah, Buduk, Mengwi, Badung itu.

Tim gabungan juga telah melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah korban di Hutan Klatakan di Jalan Raya Denpasar – Gilimanuk, Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Jembrana. Selain itu, polisi melacak orang-orang yang pernah dekat atau menjadi teman korban. ” Ditreskrimum Polda Bali membaantu Satreskrim Polres Jembrana menyelidiki kasus ini,” kata Dirreskrimum Polda Bali Kombes Surawan didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Satake Bayu, pada Kamis (25/8).

Baca juga :  Unsur Adat dan YDN Setia Dukung "Nangun Sat Kerthi Loka Bali"

Berdasarkan hasil otopsi yang keluar pada Rabu (24/8/2022), tambah Surawan, korban diduga kuat meninggal lantaran dibunuh. Tak hanya itu, selain dihabisi, korban diduga dianiaya. Hal itu dilihat dari luka yang ditemukan di jenazah korban. “Hasil otopsi dari forensik di RSUP Prof. Ngoerah menunjukkan bekas-bekas dugaan penganiayaan sebelum korban meninggal. Dua luka di bagian atas (dada ke atas) menjadi penyebab tewasnya korban,” tegasnya.

Mengenai laporan hilangnya korban ke Polres Badung, dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana. “Laporannya dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas). Laporan orang hilangnya ditangani kami, sedangkan penyebab kematian korban ditangani Polda Bali,” tandasnya. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini