Pembunuhan Agung Mirah Didalangi Sang Pacar

picsart 22 08 29 12 52 29 460
DITANGKAP - Tersangka Nova (kaos hitam) dan Rahman (duduk) saat ditunjukan ke awak media di Mapolda Bali.

Kereneng, DENPOST.id

Kasus pembunuhan Gusti Agung Mirah (42) ternyata diotaki oleh Nova Sandi Prasetia (42), pacar yang baru sebulan dikenal korban. Tersangka Nova yang tidak memiliki pekerjaan, lantas mengajak temannya bernama Rahman (28) asal Lampung Selatan untuk menghabisi korban.

“Ini kasus pembunuhan berencana. Kedua tersangka telah merencanakan pembunuhan terhadap korban. Mereka dijerat Pasal 340 KUHP, melakukan aksi pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” kata Kasubdit III Direskrimum Polda Bali AKBP Endang Tri Purwanto, Senin (29/8/2022).

Baca juga :  Praktisi Media Ajak Masyarakat Bali Bijak Memilah Berita

Menurut Endang, korban Agung Mirah mengenal tersangka Nova dari temannya. Nova yang merupakan duda, kemudian menjalin hubungan melalui WhatsApp dan media sosial dengan korban. “Dari percakapan itu, tersangka mengetahui jika korban karyawan bank dan memiliki harta-benda yang cukup banyak. Niat tersangka untuk melakukan perampokan lantas muncul karena tak memiliki uang akibat menganggur,” bebernya.

Kemudian tersangka Nova menghubungi Rahman yang merupakan mantan napi kasus penggunaan senjata api. Mereka lantas merencanakan perampokan terhadap korban. Kedua tersangka lantas ke Bali dan tiba pada 19 Agustus 2022. Mereka menghubungi korban agar mengantar jalan-jalan. Tersangka Nova beralasan jika dia tidak mengetahui jalan di Bali. “Korban lantas menyetujui. Dia kemudian menjemput kedua tersangka di wilayah Mengwi dan mengajak untuk berkeliling ke wilayah Nusa Dua dan sekitarnya,” kata Endang.

Baca juga :  Suastini Koster Ingatkan 3M dan 3B

Saat itu Nova mengendarai mobil sedangkan korban duduk di kursi samping. Sementara Rahman di kursi belakang. Dalam perjalanan dari Kuta Selatan ke Buduk, Mengwi, Badung, Rahman beraksi dari kursi belakang dengan cara menjerat leher korban dengan menggunakan tali tas. Selanjutnya tersangka membenturkan kepala korban ke lantai kendaraan. “Kemudian jenazah korban dibawa ke arah Jembrana dan dibuang di pinggir jalan,” jelasnya. (124)

Baca juga :  Disiplin Terapkan Prokes Tak Boleh Kendur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini