Anggaran Santunan Kematian di Klungkung Menipis

picsart 22 08 29 16 22 30 457
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Klungkung, Komang Dharma Suyasa

Semarapura, DENPOST.id

Pemkab Klungkung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, tahun 2022 menganggarkan santunan kematian melalui program Pitra Bakti (Pelayanan Terintegrasi untuk Penerbitan Akta Kematian) sebesar Rp 800 juta. Namun anggaran sebesar itu mulai menipis. Karena hingga akhir bulan Agustus ini saja, anggaran yang tersisa hanya belasan juta.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Klungkung, Komang Dharma Suyasa, ketika dimintai konfirmasi, Senin (29/8/2022) tidak menampik kalau anggaran untuk santunan kematian mulai menipis yakni tersisa sekitar Rp 19 juta. Bahkan jumlah tersebut diyakini tidak akan mencukupi hingga akhir tahun 2022. Terkait kondisi tersebut, pihaknya mengaku sudah melapor kepada Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Baca juga :  Motivasi Warga Ikut Vaksinasi, Polres Klungkung Siapkan Hadiah Motor

“Karena kalau tidak lapor lebih awal nanti saya yang salah. Apalagi kalau ada warga yang tanya, apa mesti yang saya jawab,” ungkap Komang Dharma Suyasa.

Menurut Dharma Suyasa, menipisnya anggaran santunan kematian sudah dicarikan solusi. Sebagai solusi, tambahan anggaran santunan kematian akan diupayakan melalui APBD 2022 perubahan. Tambahan anggaran santunan kematian yang diusulkan mencapai Rp 300 juta. Jika disetujui, tambahan anggaran ini dinilai bisa mencukupi hingga tutup tahun 2022.

Baca juga :  Gembok Pintu Lenyap, Toko Tas Kulit Satroni Maling

Untuk diketahui, syarat untuk memperoleh santunan kematian masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yakni bila ada warga ber-KTP Kabupaten Klungkung yang meninggal, maka pihak keluarga wajib mengurus akta kematiannya paling lambat 30 hari setelah kematian.

Jumlah santunan juga tetap yaitu sebesar Rp 1 juta. Terkait jumlah santunan kematian tersebut, sebelumnya sempat diwacanakan agar bisa ditingkatkan menjadi Rp 1,5 juta per kematian. Angka ini dinilai paling ideal untuk biaya melakukan upacara ngetelunin (3 hari pascakematian). Namun sayangnya, anggaran yang tersedia sangatlah terbatas sehingga harapan tersebut belum dapat diwujudkan tahun ini. (119)

Baca juga :  Manfaat Embung di Nusa Penida Belum Maksimal, Cubang Jadi Sarang "Dongkang"

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini