Pelaku Pemerasan dengan Modus VCS Ditangkap

video
TUNJUKKAN BB - Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, saat menunjukkan barang bukti kasus ITE, di Mapolres Buleleng hari Selasa (30/8/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Polres Buleleng berhasil menangkap pelaku pemerasan dengan modus video call sex (VCS). Kasus ini sebelumnya dilaporkan IMS (55) asal Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan.  Awalnya terduga pelaku dengan menggunakan identitas palsu pada WhatsApp mengaku sebagai wanita bernama Bella Putri merayu korban untuk melakukan VCS. Tanpa sepengetahuan korban, kegiatan tersebut kemudian direkam oleh pelaku melalui fitur rekan layer pada Handphone. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2021.

Setelah kejadian tersebut dan rekaman VCS masih tersimpan pada handphone pelaku, kemudian sekitar bulan Juni 2022, terduga pelaku yang mengaku sebagai Bella Putri kembali menghubungi korban melalui WharsApp. Dia mengancam akan menyebarkan video VCS korban kepada pihak keluarganya dan masyarakat melalui media sosial. Pelaku meminta uang sejumlah Rp 1.500.000 jika tidak ingin video tersebut disebarkan.

Baca juga :  Begini Cara Seniman Dukung Gerakan Lawan Covid-19

Dengan adanya peristiwa tersebut, kemudian korban melaporkannya ke Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/100/VII/2022/SPKT/Polres Bll/Polda Bali tanggal 2 Juli 2022. Berdasarkan Laporan Polisi tersebut, kemudian Kasat Reskrim AKP Hadimastika bersama dengan Kanit II Reskrim IPDA Ketut Darbawa, menyelidiki secara intensif untuk mengetahui terduga pelaku yang mengaku bernama Bella Putri.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, kemudian pelaku teridentifikasi adalah seorang laki-laki yang berinisial IKAS (20) dengan alamat yang sama dengan korban yakni Banjar Dinas Sanih Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan Buleleng,” ucap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, di Mapolres Buleleng, Selasa (30/8/2022).

Baca juga :  Penerbangan Internasional Segera Dibuka, Bandara Ngurah Rai Tunggu Regulasi

Setelah identitas pelaku diketahui, kemudian penyelidik/penyidik mengamankan pelaku pada tanggal 3 Juli 2022 di rumahnya dan saat itu juga disita dari tangan pelaku berupa handphone, kartu SIM dan laptop yang dipergunakan sebagai alat dalam melakukan dugaan perbuatan tersebut. Sejak tanggal 4 Juli 2022 sampai sekarang pelaku yang sudah ditetapkan selaku tersangka masih diamankan di Rumah Tanahan Negara Polres Buleleng.

“Diketahui terduga pelaku melakukan perbuatan tersebut karena ingin menjatuhkan harga diri korban di kalangan publik. Terduga pelaku merasa sakit hati dengan korban, dan ingin memeras korban dengan cara meminta uang sejumlah Rp 1.500.000,” imbuhnya.

Baca juga :  Terdampak Covid-19, Warga Terima Bansos Kemensos dan Gubernur

Atas perbuatannya, tersangka dijerat melanggar pasal 45 ayat (4) UU no 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000. Selain itu juga disangkakan melanggar pasal 45 B UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 750.000.000,” tandasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini