Diduga Oplos Gas Subsidi, Rumah Mahasiswa di Desa Pikat Digerebek

gas
OPLOS - Sebuah mobil minibus APV warna coklat metalik DK1846 IV yang diamankan dari rumah seorang mahasiswa yang diduga mengoplos LPG di Desa Pikat.

Semarapura, DENPOST.id

Anggota Sat Reskrim Polres Klungkung menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat pengoplosan liquidfied petroleum gas (LPG) atau elpiji subsidi menjadi non-subsidi di Br. Intaran Buug, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Senin (29/8/2022). Dari penggerebekan tersebut, ada tiga orang yang diamankan. Bahkan, salah seorang yang diamankan berstatus mahasiswa yakni Komang Landep Ari Purna Putra alias Landep (19) yang diduga berperan sebagai pelaku utama pengoplosan.

Kasat Reskrim Polres Klungkung, Iptu Arung Wiratama, ketika dimintai konfirmasi mengakui adanya penggerebekan tersebut. Menurut Arung, penggerebekan tersebut berawal dari informasi masyarakat kalau ada warga yang mengoplos elpiji di Desa Pikat. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim unit 4 Sat Reskrim Polres kemudian turun melakukan penyelidikan di salah satu rumah di Br. Intaran Buug, Desa Pikat.

Baca juga :  Seorang Positif Covid-19, Satu Regu Satpol PP Jalani Rapid Test

“Setelah lima hari melakukan survei di seputaran TKP, tim akhirnya melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Br. Intaran Buug, Desa Pikat pada Senin (29/8/2022) sekitar pukul 18.00 Wita,” ungkap Arung didampingi Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Agus Widiono, Selasa (30/8/2022).

Dari penggerekegan tersebut, petugas menemukan adanya kegiatan pengoplosan gas tabung 3 kg ke tabung 12 kg menggunakan alat pipa besi dibantu dengan es batu. Arung mengatakan, pengoplosan elpiji ini dilakukan dua orang yakni Putu Dodik Sujata (33) asal Desa Pikat dan Komang Andi Kurniawan (30) asal Buleleng atas perintah pemilik rumah yakni I Komang Landep Ari Purnama Putra.

Baca juga :  Konvoi dan Ugal-ugalan Keliling Denpasar, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

“Sebenarnya ada tiga orang yang diamankan dalam penggerebekan di rumah tersebut. Namun dari interogasi awal, satu orang atas nama Komang Landep yang berperan sebagai pelaku utama. Sedangkan dua orang lainnya (Putu Dodik dan Komang Andi Kurniawan) baru sebagai saksi,” katanya.

Selain mengamankan terduga pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 11 alat suntik atau oplos berupa pipa besi 1/2 dim panjang 15 cm,
23 tabung elpiji 12 kg, 40 tabung elpiji 3 kg, tiga kantong plastik bekas es dan sebuah mobil minibus APV warna coklat metalik DK1846 IV.

Baca juga :  DIDUGA CABULI SISWA SD, OKNUM PNS DI KLUNGKUNG DIPOLISIKAN

Menurut Arung, terduga pelaku (Komang Landep) bakal dijerat pasal 55 UU No. 22 Th 2001 diubah dengan UU No. 11 Th 2020 tentang Cipta kerja, bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas, dan/atau liquidfied petroleum gas yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000.

“Yang jelas, kami masih mendalami kasus ini. Apalagi dari interogasi awal, pelaku mengaku baru seminggu melakukan pengoplosan elpiji,” tandasnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini