Harga Telur Meroket, Omzet Pembuat Kue di Bangli Turun

picsart 22 08 30 16 33 32 085
KUE - Salah satu pembuat kue, Ni Luh Putri Cahyani asal Dusun Tiga Kawan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli, saat sedang membuat kue.

Bangli, DENPOST.id

Produsen kue di Bangli resah. Sebab, omzet penjualannya mengalami penurunan hingga 20 persen lebih. Hal ini disebabkan meroketnya harga telur di pasaran.

Salah satu pembuat kue, Ni Luh Putri Cahyani asal Dusun Tiga Kawan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli, Selasa (30/8/2022) mengungkapkan, harga telur untuk adonan kue sejak tiga pekan terakhir terus mengalami kenaikan. Di mana sebelumnya telur campur untuk kue hanya Rp 30.000 per krat, kini naik menjadi Rp 40.000 per krat.

Baca juga :  BRI Bentuk “BRILinkers” dan Perkuat Layanan Inklusi Keuangan

“Sudah ada tiga minggu lebih naiknya. Selain mahal, nyari telurnya sekarang juga sulit. Kalau untuk adonan kue mengunakan telur, kita gunakan telur sisa pilihan, seperti telur putih, pecah dan kecil,” ungkapnya.

Cahyani menjelaskan, akibat kenaikan harga telur, dirinya terpaksa menyiasati dengan mengurangi ukuran kue produksinya. Sementara untuk harga dia mengaku tidak berani menaikkan. Alasannya khawatir akan ditinggalkan pelanggan. Harga kue yang diproduksi Cahyani kisaran Rp 3.000 hingga Rp 55.000, tergantung ukuran dan jenis kue.

Baca juga :  BRI Perkuat Layanan Global Banking Solution Melalui Jaringan SWIFT MT101

Dalam sehari, dia mengaku minimal menghabiskan telur 10 krat. Selain telur, harga tepung terigu juga ikut mengalami kenaikan. “Kalau tepung naik ada sekitar dua mingguan lebih. Bertahap kenaikannya hingga menyentuh harga sekarang,” ujarnya.

Sementara akibat kenaikan sejumlah harga ini, Cahyani mengaku pendapatannya menurun hingga 20 persen lebih. Padahal permintaan kue kini sudah mulai meningkat pascamelandainya pandemi Covid-19. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini