HKAN Dipusatkan di Pantai Karangsewu Gilimanuk

picsart 22 09 01 08 13 09 131
HKAN - Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022 dipusatkan di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, tepatnya di Pantai Karangsewu Gilimanuk, Jembrana, Rabu (31/8/2022).

Negara, DENPOST.id

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, berharap Pantai Karangsewu Gilimanuk nantinya menjadi karang dolar. Hal ini disampaikannya saat pembukaan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022 yang dipusatkan di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, tepatnya di Pantai Karangsewu Gilimanuk, Rabu (31/8/2022).

Kegiatan HKAN yang dibuka Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono ini sekaligus Jambore Nasional Konservasi Alam yang dilaksanakan selama tiga hari (31 Agustus – 2 September).
“Kalau tol terjadi kami optimis dan akan buktikan, Pantai Karangsewu bisa menjadi kawasan wisata. Menjadi karang dolar. Karena tempat ini luar biasa, di ujung tol. Karangsewu akan menjadi karang dolar karena ada peredaran uang/dolar di sini,” kata Tamba.

Baca juga :  Mobil Terperosok ke Jurang Sedalam 50 Meter, Sopir dan Penumpang Selamat

Tamba berharap dengan dipilihnya Kabupaten Jembrana sebagai pusat dilaksanakannya peringatan Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2022, dapat memberikan manfaat bagi alam dan seluruh masyarakat Kabupaten Jembrana serta masyarakat di Provinsi Bali pada umumnya.

“Momentum ini kita harapkan sebagai tonggak pemulihan sumber daya alam guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui peringatan HKAN tahun 2022 ini juga agar dijadikan semangat baru kepada kita semua untuk dapat melindungi dan melestarikan sumber daya alam di Indonesia,” katanya.

Menanggapi harapan tersebut, Bambang Hendroyono, menyambut baik dan mendorong. Pihaknya sangat mendukung jika Bupati optimis akan hal ini. “Dalam hal perizinan kita punya tata kelola berbasis daya dukung dan daya tampung. Yang terpenting, ketersediaan potensi sumber daya akan dan kearifan masyarakatnya. Kalau Bupati punya niat pemulihan lingkungan karena sejalan dengan pemulihan ekonomi. Apalagi wisata alam kini jadi tren. Ketika kita sudah hadir di sini, kawasan konservasi bisa dikuatkan dan ini awal dari bangkitnya dari pandemi,” jelasnya.

Baca juga :  Giri Prasta Pastikan Puluhan Ribu KK di Badung Dapat BST

Bambang Hendroyono mengatakan, dipilihnya Kabupaten Jembrana sebagai lokasi penyelenggaraan perayaan Hari Konservasi Nasional karena dinilai tepat dan sejalan dengan pelaksanaan G20 di mana Bali ditunjuk sebagai tuan rumah. Menurutnya wilayah Taman Nasional Bali Barat merupakan kawasan konservasi hutan yang sebagian besar berada di wilayah Jembrana.

“Saya hadir di sini dengan Bapak Bupati tentunya karena daya tarik dari Taman Nasional Bali Barat sebagai kawasan hutan konservasi yang memiliki potensi besar untuk menjadi cikal bakal dari bangkitnya ekonomi khususnya dari sektor pariwisata. Jadi kita akan gali potensi di Bali ini khususnya di Jembrana, bagaimana kita jalin sinergitas seluruh pihak  untuk bersama membangun dan memulihkan lingkungan demi mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Pohon Tumbang, Arus Lalin Macet Sampai 4 Jam

Mengusung tema “Amertha Taksu Abhinaya” yang mempunyai arti “Memulihkan Alam untuk Masyarakat Sejahtera”, acara HKAN juga dihadiri Pj Bupati Buleleng, jajaran Forkompimda Jembrana, para pejabat lingkup Kementerian LHK beserta jajaran, pimpinan OPD, organisasi/lembaga serta tokoh masyarakat, aktivis lingkungan dan konservasi.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan peresmian Pameran Konservasi Alam dan Pameran Produk Unggulan UMKM yang diselenggarakan oleh balai-balai taman nasional dan konservasi sumber daya alam di seluruh Indonesia. (c/120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini