Pria Mengamuk di Jalan Raya Kerobokan Mengaku dari Kepaon, Densel

picsart 22 09 01 12 42 43 123
DIRAWAT - Korban penusukan saat dirawat di RS Mangusdada Badung.

Canggu, DENPOST.id

Pria gempal yang mengamuk dan menusuk pemotor di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Badung, diketahui bernama Putu Krisna Wibawa (23). Pria yang mengaku berasal dari Kepaon, Denpasar Selatan itu telah ditahan di Polsek Kuta Utara.

“Masih kami dalami ya. Pengakuannya berubah-ubah. Lagi mengaku dari Kepaon dan lagi mengaku dari Kediri, Tabanan. Masih kami periksa,” kata Kapolsek Kuta Utara, Kompol Putu Diah Kurniawandari, Kamis (1/9/2022).

Menurut Diah, pihaknya akan mengecek kondisi kejiwaan pelaku. Apakah mengalami gangguan jiwa atau tidak. “Jika gangguan jiwa kasusnya tidak bisa kami proses. Kalau tidak ada masalah kejiwaan akan kami proses,” ucapnya.

Diah mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30. Awalnya pelaku datang dari arah selatan melanggar lampu merah dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu tangan kiri memegang gas motor, tangan kanan memegang HP. Setibanya di simpang Jalan Semer, pelaku menabrak seorang pengendara motor Honda Scoopy, I Komang Putra Wirawan (19) asal Kabakaba, Kediri, Tabanan.

Baca juga :  Datang dari Zona Merah, 29 Duktang Dipulangkan ke Jatim

“Meski ditabrak, pengendara motor tetap meminta maaf ke pelaku. Namun pelaku tidak terima dan marah-marah selanjutnya mengamuk dan mengeluarkan keris. Korban kemudian berlari ke arah timur,” bebernya, seraya mengatakan jika kasus lakalantas ditangani Satlantas Polres Badung.

Karena tidak terima dengan kecelakaan itu, pelaku lantas mengamuk sambil membawa sebilah keris. Keris itu diambil dari pinggangnya dipakai untuk melakukan pengancaman terhadap orang-orang yang melintas. “Pelaku lantas mengejar seorang korban bernam Kadek Sukerta (23) asal Buleleng ke tengah sawah. Korban ditusuk pada bahu kanan di dalam sawah. Setelah menusuk korban, pelaku membuka baju adat yang dipakai untuk diserahkan ke korban. ” Korban telah dirawat di RS Mangusada. Dia mengalami sesak nafas,” kata mantan Kapolsek Mengwi ini.

Baca juga :  Sering Bolos, Pemkab Badung Pecat 4 ASN

Menurut Diah, orang tua pelaku telah mengarah ke Mapolsek. Dan keris yang dibawa pelaku, diakuinya diberikan oleh kakeknya di Kepaon. “Keris itu untuk jaga diri. Namun kami masih memeriksa pelaku. Saat ini dia tidak dapat memberikan keterangan yang pasti,” tegasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini