Belum Lama Diberi Pengampunan, Darmawan Kembali Mencuri

picsart 22 09 01 19 08 18 756
TERSANGKA DAN BB - Kapolsek Sukawati, Kompol Dicky Hendra Wijaya, didampingi Kasi Humas Polres Gianyar, AKP Nyoman Hendrajaya, dan Kanit Reskrim Polsek Sukawati, AKP. AA Alit Sudharma dan tersangka Darmawan (baju orange), serta sejumlah BB di Mapolsek Sukawati, Kamis (1/9/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Belum lama diberikan pengampunan lewat restorativ justice di Rumah Adyaksa Ubud, tersangka I Ketut Darmawan (30) alamat Banjar Batur, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, kembali melakukan tindak pidana pencurian. Pria ini sebelumnya sempat mencuri 1 buah laptop di Yayasan Jambe Agung Batubulan yang notabena di sekolah tempat istrinya bekerja, kemudian kasus ini tidak berlanjut karena diselesaikan secara restorativ justice.

Namun, Darmawan tidak kapok dan kembali mencuri di tempat yang sama, yakni mencuri sejumlah perangkat gamelan milik Yayasan Jambe Agung, Batubulan. Bahkan tersangka Darmawan juga mencuri gamelan di dua tempat lainnya.

Atas kejadian ini, pihak korban mengalami kerugian mencapai ratusan juta. Sementara tersangka Darmawan menjual gamelan di dua tempat perajin gamelan di Klungkung dan Badung, dengan harga miring puluhan juta.

Kapolsek Sukawati, Kompol Dicky Hendra Wijaya didampingi Kasi Humas Polres Gianyar, AKP Nyoman Hendrajaya, dan Kanit Reskrim Polsek Sukawati, AKP. AA Alit Sudharma dalam siaran pers di Mapolsek Sukawati, Kamis (1/9/2022), menjelaskan kasus ini berawal dari laporan kehilangan perangkat gamelan di gudang penyimpanan gamelan di Yayasan Jambe Agung Batubulan.

Baca juga :  Kasus Potong Tebing di Jimbaran, Polda Periksa Pemilik Proyek, Kontraktor Hingga Pejabat Terkait

Di mana, pemilik Yayasan Jambe Agung, I Dewa Agung Bagus Eka Pemayun melapor telah kehilangan perangkat gamelan. Korban mengalami kerugian mencapai Rp100 juta. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Polsek Sukawati melakukan penyelidikan dengan mencari informasi ke tempat penjulan/kerajinan gamelan di wilayah Gianyar, Klungkung dan Badung. Polisi mendapat informasi bahwa pelaku seorang laki-laki dan residivis pencurian laptop.

Awalnya pelaku Darmawan diketahui menjual gamelan di Klungkung. Akhirnya pelaku Darmawan berhasil ditangkap polisi dirumahnya di Banjar Batur, Desa Batubulan, Sukawati.
Hasil intrograsi, pelaku Darmawan mengakui perbuatannya mencuri gamelan dan dijual di Klungkung, dan Badung.

Baca juga :  Polisi Bubarkan Remaja Trek-trekan di Areal Sawah

Pelaku selain mencuri di Yayasan Jambe Agung, juga dua tempat lain, yakni di Stage Barong Pura Puseh Batubulan, Sukawati, dengan mengambil 2 set tungguh jegog dengan kerugian mencapai Rp15 juta.
Selain itu, pelaku juga mengaku mencuri gamelan di banjarnya sendiri di Balai Banjar Batur, Desa Batubulan, Sukawati dengan mengambil 13 buah cengceng dengan kerugian mencapai Rp7,5 juta.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi, yakni 16 buah cengceng, 2 set gangsa, 3 set daun jegog, 4 set daun kantil, 1 set daun ugal, 2 set daun calung, 3 bilah daun jegog, dan 5 bilah daun gangsa. Polisi juga mengamankan 1unit sepeda motor yang digunakan pelaku dalam beraksi, 1 buah HP hasil kejahatan, 1 pisau dan BB lainnya.

Baca juga :  Seorang Pengedar dan Lima Pemakai SS Dibekuk Polisi

Hasil kejahatannya untuk bayar utang dan dipergunakan main judi. Atas perbuatannya, tersangka Darmawan dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP, subsider Pasal 362 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.

Tersangka termasuk residivis, karena sebelumnya mencuri 1 buah laptop milik Yayasan Jambe Agung di tempat istri tersangka bekerja. Tersangka Darmamawan sebelumnya sempat mendapat pengampunan perbuatan Restorasi Justice di rumah Adyaksa Ubud, belum lama ini. Karena kasus diselesaikan secara kekeluargaan dan dihadiri prajuru desa. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini