Bobol Rumah Kosong, Kaki Residivis Ditembak

picsart 22 09 02 10 29 00 712
KURSI RODA - Wayan Gede Juniantara saat dituntun dengan kursi roda di Polsek Denpasar Utara.

Lumintang, DENPOST.id

Empat kali keluar-masuk bui tak membuat Wayan Gede Juniantara (26) jera. Pria asal Jalan Gunung Agung, Padangsambian, Denpasar Barat itu kembali ditangkap aparat Unit Reskrim usai membobol rumah kosong di Jalan Raya Kargo Indah, Denpasar Utara. Kali ini polisi bertindak tegas dengan menebak kaki kiri tersangka.

Tersangka ditangkap di rumahnya di Jalan Gunung Agung, Rabu (31/8/2022) malam. Karena melakukan perlawanan, residivis kasus pencurian dengan pemberatan itu akhirnya dilumpuhkan oleh petugas. “Tersangka ini khusus menyasar rumah kosong (rumah yang ditinggal pergi pemiliknya). Modusnya tersangka menyasar rumah yang digembok dari luar pitu. Saya imbau warga agar tidak mengunci dari luar, karena para pelaku mengetahui rumah itu kosong. Baiknya mengunci dari bagian dalam saat meniggalkan rumah,” kata Kapolsek Denpasar Utara, Iptu Carlos Dolesgit, Jumat (2/9/2022).

Baca juga :  Setahun PPKM, Tim Yustisi Raup Denda Rp161,7 Juta

Tersangka ditangkap usai membobol rumah Ida Bagus Wipra di Jalan Kargo Indah, pada Minggu (28/8/2022) sore. “Korban dan keluarganya saat kejadian sedang berolahraga di Lapangan Renon. Saat kembali, pintu kamar terbuka dan barang-barangnya hilang. Seperti, gelang emas, subeng emas, liontin emas batu zamrud dan uang tunai Rp 600 ribu dengan kerugian sekitar Rp 16 juta,” ujar Carlos.

Carlos mengatakan, tersangka tergolong cepat ditangkap, lantaran wajahnya sudah sering dilihat anggota kepolisian karena kerap masuk-keluar penjara. “Saat melihat CCTV di lokasi, anggota kami langsung mengenali tersangka,” imbuhnya, seraya mengatakan tersangka baru bebas dari penjara sekitar dua minggu lalu.

Baca juga :  Togar Situmorang Soal UU Ciptaker, Jangan Terpengaruh Hoaks

Sementara berdasarkan pengakuan tersangka, pencurian itu dilakukan saat dia melintas di depan rumah korban dan melihat pintu gerbang terkunci. Kemudian tersangka memanjat tembok masuk ke halaman tengah. “Saya mencari kunci pintu rumah dengan memeriksa rak sepatu. Dan saya melihat kunci kemudian membuka pintu. Setelah itu saya mengambil kotak perhiasan emas dalam lemari,” kata Juniantara.

Perhiasan hasil curian itu dijual ke pembeli perhiasan emas di pinggir Jalan Diponegoro, Denpasar seharga Rp 2,5 juta. “Uangnya saya pakai membeli makan dan untuk ongkos ke Singaraja,” tegasnya. (124)

Baca juga :  Tekan Covid-19 Tanpa PSBB, Presiden Ingin Bali Jadi Contoh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini