Pemuda yang Mengamuk di Jalan Raya Kerobokan Dibawa ke RSJ Bangli

picsart 22 09 02 12 10 17 114
DIAMANKAN - Putu Krisna Wibawa yang mengamuk di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara saat diamankan polisi.

Canggu, DENPOST.id

Putu Krisna Wibawa (23) yang mengamuk di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Bandung, telah dibawa ke RSJ Bangli, Jumat (2/9/2022) pagi. Penyidik Unit Reskrim Polsek Kuta Utara belum memeriksa kasus penusukan yang dilakukan pelaku lantaran masih menunggu hasil tes kejiwaannya.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol Putu Diah Kurniawandari, mengatakan, kasus penusukan itu belum di BAP (Berkas Acara Pemeriksaan). “Memang dari keterangan pihak keluarga (orang tua), pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa. Tapi untuk proses pemerilksaan lanjutan kami masih menunggu hasil petugas medis,” katanya.

Baca juga :  Berkerumun, Pengamen di Perempatan Jl. Mahendradata-Jl. Gatsu Barat Dikeluhkan Warga

Menurut Kapolsek, berdasarkan keterangan orang tua pelaku, selama ini pelaku tinggal di Kepaon, Denpasar Selatan (Densel). “Dia tinggal di Kepaon bersama orang tuanya. Asal asli pelaku dari Gerogak, Tabanan,” bebernya.

Menurut Diah, pelaku sudah mengalami gangguan jiwa sejak kelas IV SD. Dan pelaku juga sering diajak berobat baik ke dokter dekat rumahnya di Kepaon dan ke tempat lain. Namun hingga kini tidak ada perubahan.

Baca juga :  Pemkab Badung Tebar Benih di Sungai dan Sumber Mata Air

Meski mengalami gangguan jiwa, pelaku jarang mengamuk kalau tidak diprovokasi. Dia terkadang bersikap wajar tanpa membuat keributan dan hanya menari saat ada upacara keagamaan atau para pemuda sedang latihan nabuh di bale banjar. “Dia jarang melakukan tindakan kekerasan seperti yang terjadi di Jalan Raya Kerobokan,” imbuh Diah.

Apakah pelaku tidak dilarang keluar oleh orang tuanya ? Menurut Diah, pelaku sudah sering dilarang oleh orang tuanya agar tidak keluar rumah atau membawa kendaraan sendiri. Hanya saja pelaku kadang-kadang diam-diam mengambil motor dan keluar rumah saat orang tuanya sedang bekerja. “Kami saat ini masih sedang memeriksa orang tua pelaku. Masih di kantor nanti kalau sudah selesai memeriksa baru kami sampaikan lagi,” tegasnya. (124)

Baca juga :  Setahun, BPBD Kota Denpasar Tangani 3.905 Kejadian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini