Main di Sungai, Seorang Pelajar SD Tewas Tenggelam

picsart 22 09 02 20 34 50 824
PELAJAR TENGGELAM - Lokasi seorang pelajar SD tewas tenggelam di Sungai Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Jumat (2/9/2022).

Negara, DENPOST.id

Seorang anak tewas tenggelam di Sungai Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Jumat (2/9/2022). Korban Ni Putu Pusparini (12) pelajar SD kelas VI, tenggelam saat bermain dengan tiga orang temannya.

Kejadian itu diketahui saksi Ni Ketut Wiasih (53), warga setempat saat dia berada di rumah untuk membuat banten dan mendengar teriakan meminta tolong dari sungai.
Kemudian dia bergegas melihat ke sungai dan ternyata ada tiga orang anak yang sudah tercebur ke sungai meminta tolong.

Kemudian dia berusaha menolong ke-3 anak tersebut, dengan turun ke pinggir sungai sambil memegang bambu, serta berteriak-teriak memanggil korban supaya memegang bambu sampai akhirnya ke-3 anak tersebut, berhasil ditarik bersamaan ke pinggir sungai oleh saksi.

Setelah berada di pinggir sungai, salah satu korban selamat Ni Putu Nita Emiliani atau keponakan saksi mengatakan satu orang temannya lagi yang masih tenggelam, yaitu Ni Putu Pusparini. Kemudian saksi meminta tolong kepada warga sekitar untuk ikut membantu mencarinya dan memberitahukan keluarga korban yang tenggelam.

Baca juga :  Wujudkan Ekonomi Kerthi Bali, Gubernur Koster Serap Aspirasi Komunitas Kreatif Digital

Wayan Putra (70), kakek korban mengetahui bahwa cucunya tenggelam di sungai bersama teman sekolahnya, selanjutnya dia bergegas ke sungai tempat cucunya (korban) tenggelam.
Dia langsung turun ke sungai untuk melakukan pencarian.

Pada saat Wayan Putra ke tengah sekitar 2 meter dari bibir sungai, dia menginjak tubuh korban dan langsung menyelam untuk menolong dan membawa naik ke daratan. Wayan Putra bersama warga berusaha melakukan pertolongan pertama kepada korban, namun tidak ada hasil kemudian langsung membawa korban ke Puskesmas II Jembrana untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Dari hasil pemeriksaan korban sudah meninggal dunia.

Baca juga :  Diduga Swafoto di Pinggir Jembatan, Turis Kanada Jatuh ke Jurang

Wayan Putra mengatakan cucunya tersebut, ikut tinggal bersamanya di Lingkungan Samblong sejak tahun 2018, atau pada saat korban duduk di kelas II SD dan diasuh oleh Wayan Putra, serta bersekolah di Sangkaragung. Sedangkan orang tua korban/menantunya tinggal di Banjar Mekarsari, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

Kapolsek Jembrana, Iptu Putu Budi Santika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihak korban sudah mengikhlaskan kejadian tersebut, sebagai suatu musibah. Korban selanjutnya akan dibawa ke rumah orangtuanya di Banjar Mekarsari, Desa Manistutu. (120)

Baca juga :  Tak Dapat Diselesaikan Internal, Penyegelan Kantor Desa Adat Renon Diproses Hukum

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini