Jaksa Agung Dukung Gubernur Koster Bangun Pusat Kebudayaan Bali

kosterku
USAI TANDATANGAN - Jaksa Agung Burhanuddin bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan pejabat lainnya foto bersama seusai penandatanganan naskah hibah antara Kejaksaan RI dengan Pemprov Bali, Jumat (2/9) kemarin, di Sasana Adhyaksa Kejati Bali. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Jaksa Agung Burhanuddin mengucapkan selamat kepada Gubernur Bali Wayan Koster untuk menggunakan hibah barang rampasan negara sebagai pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) dan prasarana pengendalian banjir Tukad Unda serta Waduk Muara Unda di Klungkung dengan total 43 sertifikat serta lahan seluas 7,6 hektar.

Ucapan selamat itu disampaikan Jaksa Agung usai menyaksikan penandatanganan naskah hibah antara Kejaksaan RI  dengan Pemprov Bali tentang hibah barang milik negara yang berasal dari barang rampasan negara pada Jumat (2/9/2022) di Sasana Adhyaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali yang juga dihadiri Kajati Bali Ade T. Sutiawarman, Bupati Klungkung, Wakil Ketua DPRD Klungkung, Kajari se-Bali, hingga Kepala BPKAD Provinsi Bali.

Dalam arahannya,       Jaksa       Agung     Burhanuddin         menyampaikan bahwasannya penyerahan 43 sertifikat dengan lahan seluas 7,6 hektar  di kawasan PKB ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan Kejakgung untuk mendukung pembangunan PKB maupun pembangunan prasarana pengendalian banjir Tukad Unda dan Waduk Muara Unda di Klungkung. “Kami berharap lahan tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” tegas Jaksa Agung.

Dia menambahkan jadi apa yang sudah dihibahkan dapat menjadi tonggak, jangan sampai terjadi korupsi lagi, mengingat tanah yang dihibahkan merupakan barang rampasan negara yang dihibahkan oleh Kejaksaan RI kepada Pemprov Bali.

Baca juga :  Calon Pemudik Serbu Penukaran Uang Kartal, BI Siapkan Rp 4,9 T

Mengakhiri arahannya, Jaksa Agung mendoakan agar Gubernur Koster, yang juga sahabatnya ini, selalu diberikan kesuksesan dalam periode pemerintahannya. “Saya doakan sahabat saya, Bapak Wayan, sukses selalu, dan kami berharap sinergitas yang sudah terjalin dengan Pemprov Bali ke depan semakin terjalin dengan baik. Kalau ada milik kejari yang diperlukan dan tidak digunakan, kami siap berkolaborasi seraya minta agar aset yang dihibahkan pada siang hari ini agar segera ditindaklanjuti proses lanjutannya,”  jelas Jaksa Agung, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Baca juga :  Bahas Corona, Wagub Rapat Tertutup

Gubernur Koster dalam sambutannya mengatakan, mewakili Pemprov Bali dan masyarakat Bali, mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Jaksa Agung atas perannya menghibahkan lahan seluas 7,6 hektar di kawasan Pusat Kebudayaan Bali. “Bapak Jaksa Agung berkontribusi besar terhadap upaya kami untuk memajukan kebudayaan Bali di kawasan Pusat Kebudayaan Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” tegas Gubernur Koster.

Dia lalu memohon izin kepada Jaksa Agung untuk membantu menghibahkan lahan milik Pemkab Klungkung yang masih menunggu persetujuan rekomendasi atau pendapat hukum dari Kejari Klungkung, sehingga program pembangunan di kawasan Pusat Kebudayaan Bali berjalan lancar serta selesai tepat waktu.

Baca juga :  MUSIM PANEN, PULUHAN KILOGRAM GANJA MASUK BALI

Gubernur Bali tamatan ITB ini kemudian melaporkan bahwa saat ini di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali sedang berlangsung pematangan lahan, dan tahun 2023 rencananya dimulai pembangunan fisik sampai tahun 2024. Untuk pendanaan pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali didapatkan dari bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020, dan baru terealisasi tahun 2021 sebesar Rp 1,5 triliun tanpa bunga atas prakarsa Menteri Bapennas Suharso Monoarfa. “Jadi pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali dimaksudkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan menyeimbangkan pembangunan antara Bali Selatan,

Utara, Barat, Timur, serta Bali Tengah. Secara khusus Kabupaten Karangasem, Bangli, dan Gianyar, akan mendapat dampak perekonomian dari pembangunan tersebut,”  tutup mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini. (dwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini