Eks Karyawan Persil Tergusur Jalan Tol, Gubernur Koster : Akan Dipindahkan

picsart 22 09 04 19 35 51 775
TINJAU LOKASI - Gubernur Bali, I Wayan Koster, saat meninjau lokasi groundbreaking jalan tol di Pekutatan.

Negara, DENPOST.id

Rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi berdampak kepada eks karyawan perkebunan Persil di Pekutatan. Ada tiga banjar adat di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, yang terkena dampak pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

Ketiga banjar adat tersebut, merupakan tanah provinsi yang diduduki masyarakat yang merupakan pegawai Perumda Provinsi Bali, yang mengelola lahan Persil yang berisikan tumbuhan karet. Rencana penggusuran rumah warga yang sebagian merupakan rumah dinas, setelah Direksi Perumda Kerta Bali Sagunan Provinsi Bali telah melayangkan surat untuk mengosongkan rumah dinas/mess di kawasan Unit Perkebunan Pekutatan.

Baca juga :  Tahanan Baru Diharuskan Rapid Test

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Utama Perumda Kerta Bali Sagunan Provinsi Bali Nomor 266/PUD/UM/VIII/2022 tanggal 2 Agustus 2022 perihal Pengosongan Rumah Dinas/Mess tersebut, menyebut dengan akan dibangunnya Jalan Tol dan Theme Park di Kawasan Unit Perkebunan Pekutatan-Jembrana dalam waktu dekat, perlu dilakukan perataan lahan dengan melakukan pembongkaran terhadap rumah-rumah dinas karyawan. Para eks karyawan Perusda Bali ini diberi batas waktu hingga, Senin (15/10/2022).

Sejumlah warga Banjar Sumbermis, Desa Pekutatan mengaku resah dengan adanya surat tersebut. Mereka sudah turun temurun di sana, sehingga tidak punya tempat tinggal lain.

Baca juga :  Amankan Arus Balik, Kendaraan X-ray Disiagakan di Gilimanuk

Menanggapi keluhan para warga,
Gubernur Bali, I Wayan Koster, saat meninjau rencananya groundbreaking tol Gilimanuk-Mengwi, Minggu (4/9/2022), mengatakan eks karyawan yang sudah menetap dari dulu sebanyak tiga banjar adat akan dipindahkan.

Menurut Gubernur Koster, tempat sudah tersedia. Terkait kompensasi kepada rumah warga nanti akan dihitung, termasuk bangunan dan upacara. “Nanti realisasinya setelah adanya pengukuran preser baru dihitung kompensasinya,” pungkasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini