Jendela Dicongkel, Uang Hasil Panen Gabah Raib

picsart 22 09 05 12 38 09 377
LOKASI PENCURIAN - Lokasi pencurian uang di Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Minggu (4/9/2022) lalu. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Kemalingan diduga dialami I Nyoman Duntir (70), warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Minggu (4/9/2022) pagi. Pelaku diduga masuk ke kamar korban melalui jendela yang dicongkel. Uang senilai belasan juta rupiah yang merupakan hasil penjualan gabah korban diduga raib digondol maling.

“Ya benar, masih dalam penyelidikan. Mudah-mudahan segera bisa kami ungkap,” kata Kapolsek Tembuku, AKP Putu Gede Ardana, didampingi Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta, saat dimintai konfirmasi, Senin (5/9/2022).

Baca juga :  Dewan Dorong Eksekutif Lakukan Pemutihan Tunggakan PHR

Diungkapkannya, pencurian itu diduga terjadi saat pagi hari sekitar pukul 06.30 wita. Saat itu istri korban, Ni Nengah Ninih (65) sedang berada di dapur, memasak. Sementara korban Duntir menyabit rumput yang berada di sebelah utara pekarangan rumahnya. “Saat itu korban sempat mendengar seperti pintu kamar atau pintu jendela terbuka. Lalu dipanggil-panggil istrinya, mungkin karena sibuk masak, panggilannya tak didengar,” ungkap Kapolsek.

Karena curiga, korban pun menghentikan menyabit rumput. Saat hendak kembali pulang, dilihat seperti tangan berpegangan di tembok seperti ada orang hendak melompat. Namun karena dilihat oleh korban, orang itu batal melompati tembok. Lalu lari ke arah selatan. “Dari ciri-cirinya, korban mengaku tidak kenal dengan pelaku yang dimaksud,” lanjutnya.

Baca juga :  Kantongi SS, Oknum CS Pemkab Klungkung Diringkus di Bangli

Korban kemudiqn mengecek ke kamar. Namun pintu kamar justru terkunci dari dalam. Saat lewat jendela, ternyata sudah terbuka dan dalam kondisi tercongkel. Duntir masuk ke kamar, lalu mengecek tas pinggang yang ada di tumpukan gambah. “Setelah dibuka tasnya, ada belasan juta yang diklaim hilang,” sebut Ardana.

Awalnya uang hasil penjualan gabah yang tersimpan dalam tas tersebut sebesar Rp 18 juta. Namun hanya tersisa Rp 5.650.000. “Jadi Rp 12.350.000 dilaporkan hilang,” imbuhnya.

Baca juga :  Tata Kawasan Kintamani, RDTR Disusun Pusat

Kasusnya kini masih ditanganii Polsek Tembuku. Barang bukti yang diamankan satu buah tas pinggang warna hitam. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini